SMKPP Negeri Mataram Tunjukkan Kontribusi Nyata pada Launching SMK-SLB Mendunia

  • 16 Jul 2026 08:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - SMK Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Mataram menunjukkan kontribusi nyata dalam peluncuran Program SMK-SLB Mendunia oleh pemerintah provinsi NTB di SMKN 5 Mataram, pada Rabu 15 Juli 2026, dengan menyiapkan sekitar 500 ribu bibit cabai. Bibit tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan sekolah terhadap program budidaya tanaman yang akan diterapkan di berbagai satuan pendidikan di Pulau Lombok.

Kepala SMKPP Negeri Mataram, Sugiarta, mengatakan seluruh bibit cabai yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut dipersiapkan oleh sekolah melalui proses pembibitan yang telah dilakukan jauh sebelum peluncuran program. Persiapan itu dilakukan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar bibit siap didistribusikan kepada sekolah penerima.

"SMKPP Negeri Mataram menyiapkan seluruh bibit tanaman cabai dalam gerakan ini yang kami persiapkan jauh sebelumnya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, total bibit yang dipersiapkan mencapai sekitar 500 ribu batang untuk memenuhi kebutuhan SMA, SMK, dan SLB di Pulau Lombok. Hingga saat ini, sekitar separuh bibit telah didistribusikan kepada sekolah-sekolah penerima.

"Kita kurang lebih persiapkan 500 ribu bibit untuk Pulau Lombok, seluruh SMA, SMK, dan SLB. Namun baru terdistribusi setengahnya," ujarnya.

Menurut Sugiarta, proses pembibitan tersebut sekaligus menjadi media pembelajaran berbasis praktik bagi peserta didik. Seluruh siswa dilibatkan sesuai jenjang pembelajaran agar memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola persemaian tanaman hortikultura.

Ia menjelaskan, persemaian dibagi ke dalam tiga lokasi berbeda. Siswa kelas X bertanggung jawab mengelola persemaian di lingkungan sekolah, kelas XI melaksanakan kegiatan di lokasi praktik, sedangkan kelas XII mengembangkan persemaian di lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL).

"Polanya kami bagi menjadi tiga. Tempat persemaian pertama di sekolah yang dikelola kelas X, kemudian lokasi praktik untuk kelas XI, dan lokasi PKL kelas XII. Ada tiga titik persemaian di Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur agar memudahkan pengambilan bibit oleh masing-masing sekolah," jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan peserta didik sejak tahap pembibitan hingga distribusi menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi vokasi sekaligus menanamkan pengalaman kerja yang sesuai dengan bidang pertanian.

Ia menilai keterampilan tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan teknis siswa, tetapi juga menjadi bekal untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun berwirausaha di sektor pertanian.

Sugiarta berharap keterlibatan SMKPP Negeri Mataram dalam program tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas untuk mengembangkan pendidikan vokasi berbasis pertanian di NTB.

"Harapan saya program ini terus berlanjut. Kita mulai dari cabai dulu, nanti mungkin dikembangkan ke komoditas lainnya sehingga semakin banyak sekolah yang merasakan manfaatnya," katanya, menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....