Mahasiswa Jerman PPL di SMAN 3 Mataram, Ajarkan Bahasa hingga Pendidikan Inklusif
- 16 Sep 2026 17:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - SMAN 3 Mataram menerima mahasiswa asal Jerman untuk menjalani praktik pengalaman lapangan (PPL) selama hampir empat bulan. Kehadiran mahasiswa tersebut membuka pengalaman baru bagi siswa sekaligus memperluas interaksi pendidikan dengan mahasiswa dari luar negeri.
Mahasiswa tersebut bernama Max, dari Maximilian Julius Wurzburg University. Ia dikirim secara resmi oleh universitasnya untuk mendapatkan pengalaman lapangan di SMAN 3 Mataram.
Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, mengatakan PPL mahasiswa asal Jerman tersebut merupakan pengalaman pertama bagi sekolah. Meski demikian, hubungan SMAN 3 Mataram dengan Goethe-Institut telah berjalan selama sekitar 16 tahun.
“Kalau yang PPL baru pertama. Tapi kalau yang dari Goethe-Institut setiap tahun ada. Ada keterkaitan dalam hal perizinan, informasi dan seterusnya, tetapi yang memberikan izin secara langsung adalah universitasnya,” jelasnya, Rabu 16 September 2026.
Max memiliki beberapa bidang keahlian yang akan dibagikan selama menjalani PPL. Selain matematika dan olahraga, ia memiliki pengalaman dalam pendidikan anak usia dini serta penanganan anak dengan kebutuhan khusus.
Keahlian tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Untuk tahap awal, Max difokuskan mengajar bahasa Jerman dan telah mulai masuk ke kelas bersama pendampingan guru bahasa Jerman.
“Max ini memiliki keahlian yang pertama itu sebenarnya matematika dan sport, olahraga. Kemudian keahlian terakhirnya terkait pendidikan anak usia dini. Jadi dia tahu cara menangani anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental,” tuturnya.
Sekolah tidak membatasi kegiatan Max pada satu kelas. Yuspita mengatakan mahasiswa tersebut akan dijadwalkan mengajar secara bergiliran sehingga lebih banyak siswa mendapatkan pengalaman belajar bersamanya.
Selain bahasa Jerman, sekolah juga menyiapkan program olahraga serta sesi interaksi dengan siswa berkebutuhan khusus. Tahun ini SMAN 3 Mataram menerima lima siswa penyandang disabilitas dalam program pendidikan inklusif.
“Dia akan menuangkan ilmunya. Pertama memperdalam bahasa Jerman dulu. Kemudian nanti ada program olahraga dan ada juga sesi dia berinteraksi dengan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus,” terangnya.
Bagi sekolah, pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan mahasiswa asing. Max juga akan mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat Lombok selama menjalani masa PPL.
Yuspita mengatakan selama hampir empat bulan di Mataram, Max akan mengikuti sejumlah kegiatan di luar kelas yang telah disiapkan sekolah. Hal itu agar pengalaman lapangannya tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran.
“Pengalaman lapangannya mencakup materi pembelajaran dan budaya, seperti apa kondisi masyarakat Lombok. Jadi tidak hanya di kelas saja,” ujarnya.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari Goethe-Institut yang selama ini bekerja sama dengan SMAN 3 Mataram. Kerja sama dengan Goethe-Institut sendiri baru diperpanjang pada awal Agustus untuk satu setengah tahun ke depan.
Menurut Yuspita, kehadiran mahasiswa dari universitas di Jerman tersebut dapat menjadi pintu bagi pengembangan hubungan kelembagaan pada masa mendatang. Ia berharap pengiriman mahasiswa untuk PPL dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Saya berharap pihak Universitas Wurzburg bisa setiap tahun mengirim mahasiswanya untuk PPL di SMA Negeri 3 Mataram,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....