SMAN 1 Mataram Tegaskan Sumbangan Komite Sukarela, Siswa Tak Pernah Dipaksa Bayar
- 15 Jun 2026 15:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – SMAN 1 Mataram menegaskan tidak pernah mewajibkan siswa maupun orang tua membayar sumbangan komite sebagai syarat mengikuti ujian, mengambil Surat Keterangan Lulus (SKL), maupun memperoleh ijazah. Sekolah memastikan seluruh layanan pendidikan tetap diberikan tanpa membedakan siswa yang memberikan sumbangan dan yang tidak.
Kepala SMAN 1 Mataram, Burhanudin, mengatakan sumbangan komite yang berlaku di sekolah sepenuhnya bersifat sukarela. Karena itu, tidak ada nominal yang ditetapkan maupun target pembayaran yang harus dipenuhi oleh orang tua siswa.
Menurutnya, sekolah juga tidak pernah meminta siswa membuat surat pernyataan atau surat komitmen pembayaran sebagai syarat memperoleh layanan pendidikan.
“Untuk sumbangan komite kami tidak mematok. Namanya sumbangan itu sukarela. Jadi berapapun orang tuanya sanggup untuk membayar, kami persilakan,” jelasnya, Senin 15 Juni 2026.
Burhanudin menjelaskan prinsip sukarela tersebut diterapkan secara konsisten dalam seluruh layanan pendidikan. Siswa tetap dapat mengikuti ujian sekolah maupun menerima dokumen kelulusan tanpa harus menunjukkan bukti pembayaran sumbangan.
“Dalam kegiatan ujian atau pengambilan SKL itu kami tidak mensyaratkan harus membayar sumbangan. Kami tidak memberikan perlakuan khusus bagi yang membayar maupun yang tidak membayar,” katanya.
Ia memastikan seluruh siswa memperoleh hak yang sama sebagai peserta didik tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun tingkat partisipasi orang tua dalam memberikan sumbangan.
Menurut Burhanudin, sekolah memahami bahwa kondisi ekonomi setiap keluarga berbeda sehingga kebijakan yang diterapkan harus mengedepankan asas keadilan dan akses pendidikan bagi seluruh siswa.
Karena itu, pihak sekolah tidak pernah menahan ijazah maupun dokumen kelulusan lainnya akibat persoalan administrasi sumbangan komite.
“Untuk mengambil SKL maupun ijazah tidak ada syarat administrasi pembayaran. Ijazah yang sudah jadi juga sudah kami bagikan tanpa ada kewajiban membayar sumbangan terlebih dahulu,” ujarnya.
Pernyataan pihak sekolah tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang siswi inisial R. Ia mengaku selama bersekolah di SMAN 1 Mataram tidak pernah mendapatkan tekanan ataupun kewajiban untuk membayar sumbangan komite dalam jumlah tertentu.
Menurutnya, sekolah memberikan kebebasan kepada orang tua untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
“Kalau di sekolah kami memang tidak pernah dipaksa untuk membayar. Kalau mau menyumbang ya seikhlasnya sesuai kemampuan orang tua,” ujarnya.
Hal senada disampaikan siswi lainnya berinisial N. Ia mengatakan meskipun tidak ada kewajiban pembayaran sumbangan setiap bulan, fasilitas belajar yang tersedia di SMAN 1 Mataram tetap memadai dan mendukung kegiatan pembelajaran.
Menurutnya, ruang kelas, sarana penunjang pembelajaran, hingga fasilitas sekolah lainnya berada dalam kondisi baik dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa.
“Walaupun tidak dipaksa bayar setiap bulan, fasilitas di sekolah tetap lengkap dan mendukung kegiatan belajar,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....