Libatkan Seluruh Siswa, SMAN 1 Sembalun Sukseskan Gerakan TAPSI
- 28 Jul 2026 12:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur – SMA Negeri 1 Sembalun menunjukkan komitmennya mendukung program Gerakan Tanam Cabai yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi. Program tersebut langsung diterapkan sejak hari pertama masuk sekolah dengan melibatkan seluruh siswa dan guru.
Kepala SMA Negeri 1 Sembalun, Johri, S.Ag, mengatakan sekolah menjalankan program "One Student One Chili", di mana setiap siswa menanam satu bibit cabai menggunakan polybag. Program itu diikuti oleh seluruh siswa, mulai dari peserta didik baru hingga kelas XII.
"Sejak hari pertama masuk sekolah kami langsung menindaklanjuti instruksi Gubernur melalui program One Student One Chili. Seluruh siswa dan guru sudah menanam cabai menggunakan polybag dan sekarang pertumbuhannya sudah mulai terlihat. Kondisi wilayah Sembalun yang berhawa sejuk juga sangat mendukung pertumbuhan tanaman," ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.
Menurut Johri, program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai budidaya tanaman, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi sekolah dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui peningkatan produksi cabai.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Sembalun menerima 115 siswa baru. Jumlah tersebut melebihi kuota awal tiga rombongan belajar yang seharusnya hanya menampung 108 siswa. Namun, sekolah memperoleh izin penambahan kapasitas menjadi 40 siswa per kelas agar seluruh lulusan SMP di wilayah Sembalun tetap dapat mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
Johri menambahkan, antusiasme siswa terhadap program tanam cabai sangat tinggi karena sebagian besar berasal dari keluarga petani. Kondisi tersebut membuat para siswa telah memiliki pengetahuan dasar mengenai teknik bercocok tanam.
"Anak-anak di Sembalun sudah terbiasa bertani, sehingga mereka memahami cara menanam dan merawat tanaman. Karena itu, program ini sangat mudah diterapkan dan mendapat sambutan positif dari siswa," katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB serta SMK Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Mataram yang turut memberikan pendampingan dan bantuan bibit. Ke depan, sekolah berharap kerja sama tersebut dapat diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) agar pemanfaatan lahan sekolah semakin optimal.
Saat ini, SMAN 1 Sembalun memiliki sekitar 60 are lahan kosong yang berpotensi dikembangkan sebagai area pertanian edukatif. Selain cabai, sekolah juga telah membudidayakan berbagai komoditas hortikultura seperti alpukat, kubis, pepaya, dan sejumlah tanaman sayuran lainnya. Beberapa tanaman bahkan telah memasuki masa panen.
Johri optimistis potensi agroklimat Sembalun yang sejuk dan subur mampu mendukung keberhasilan program tersebut. Ia berharap gerakan tanam cabai di lingkungan sekolah dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan dan menekan laju inflasi di Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, Kepala SMK PP Negeri Mataram, Sugiarta, M.Pd mengaku siap menyukseskan program gubernur tersebut. Bahkan pihaknya sudah menyiapkan ribuan bibit cabai yang dibagi secara gratis kepada sekolah skeolah.
"Hari ini kami serahkan bibit ke SMAN 1 Sembalun, kami juga siap lakukan pendampingan untuk program ini," ujar Sugiarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....