KBM Hari Pertama Berjalan Kondusif, Bukti Keberhasilan MPLS di SMAN 3 Mataram
- 20 Jul 2026 20:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Suasana tertib pada hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 3 Mataram menjadi gambaran keberhasilan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Ribuan peserta didik, termasuk siswa baru kelas X, dinilai mampu beradaptasi dengan cepat sehingga proses pembelajaran dapat langsung berjalan efektif.
Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, mengatakan seluruh rangkaian MPLS mulai dari pra-pelaksanaan hingga kegiatan utama berlangsung lancar dan sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah pusat maupun Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) NTB.
Menurutnya, evaluasi tetap dilakukan setelah MPLS berakhir sebagai bagian dari upaya penyempurnaan program. Namun, hasil evaluasi menunjukkan tidak ada kendala berarti yang memengaruhi jalannya kegiatan.
"Alhamdulillah terkait MPLS, dari pra sampai pelaksanaannya berjalan lancar dan kondusif. Semua juknis dan SOP dari pemerintah pusat maupun Dikpora sudah kami jalankan semaksimal mungkin. Evaluasi tentu ada, tetapi tidak terlalu signifikan," terangnya, Senin 20 Juli 2026.
Yuspita menilai keberhasilan tersebut tercermin dari kemampuan peserta didik baru menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah dalam waktu relatif singkat. Mereka dinilai telah mengenal tata tertib sekolah, berinteraksi dengan guru maupun teman sekelas, hingga mengikuti aktivitas belajar tanpa mengalami hambatan berarti.
Bahkan pada pelaksanaan upacara dan hari pertama KBM, seluruh peserta didik dari kelas X hingga kelas XII dapat mengikuti kegiatan secara tertib. Koordinasi antarsiswa juga berjalan baik meskipun jumlah warga sekolah mencapai lebih dari 1.500 orang.
"Kalau saya boleh mengatakan, sekitar 95 persen kami berhasil mengawal anak-anak ini. Terbukti mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, teman-teman, maupun bapak dan ibu guru," ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS berlangsung pada 13 hingga 16 Juli 2026. Setelah itu, siswa baru masih mengikuti kegiatan sinkronisasi jadwal pelajaran, pengenalan wali kelas, hingga penempatan ruang belajar sebelum akhirnya mengikuti KBM secara penuh.
Tahapan tersebut, lanjut Yuspita, sengaja disiapkan agar peserta didik memiliki waktu memahami sistem pembelajaran di SMAN 3 Mataram sebelum memasuki proses belajar secara normal.
"Jumat dan Sabtu setelah MPLS kami gunakan untuk sinkronisasi jadwal, mengenal wali kelas, mengetahui ruang belajar, dan berbagai penyesuaian lainnya. Hari ini pembelajaran sudah berjalan seratus persen," jelasnya.
Ia memastikan seluruh tenaga pendidik telah siap melaksanakan proses pembelajaran sejak hari pertama. Kesiapan guru dipadukan dengan kemampuan adaptasi siswa baru dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan proses belajar yang efektif sejak awal tahun ajaran.
Selain berorientasi pada pengenalan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi sarana membangun kesiapan mental peserta didik menghadapi transisi dari jenjang SMP ke SMA. Karena itu, sekolah berupaya menciptakan suasana yang ramah, nyaman, sekaligus mendorong siswa lebih percaya diri memasuki lingkungan baru.
"Yang paling penting bagi kami adalah anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama. Ketika mereka sudah mampu beradaptasi dengan cepat, proses belajar mengajar akan jauh lebih mudah dijalankan," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....