Gandeng Sejumlah Pihak, Dikpora NTB Gelar Beasiswa AI untuk Perempuan Muda

  • 29 Mei 2026 10:00 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan resmi menggandeng IBM Corporation, Yayasan Dian Sastrowardoyo, dan Markoding Digital Hub. Hal itu dilakukan dalam penyelenggaraan sosialisasi dan workshop “Beasiswa Perempuan Inovasi Generasi AI 2026” yang berlangsung di Aula Handayani, Selasa, 26 Mei 2026.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menghadirkan program beasiswa pelatihan digital intensif bagi perempuan usia 16–30 tahun di NTB untuk meningkatkan keterampilan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguasaan teknologi digital, serta kesiapan karier di era transformasi digital.

Sekretaris Dikpora NTB, Bowo Susatyo, yang hadir membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda NTB sekaligus memperkuat Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).

“Ini merupakan salah satu modal utama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB dan memutus mata rantai persoalan sosial di daerah kita. Salah satu yang paling krusial adalah pencegahan perkawinan anak atau yang akrab disebut Merarik Kodek, menolak penyalahgunaan narkoba, serta memperkuat peran pemuda dalam menyongsong Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan perkawinan anak menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda karena berdampak pada aspek kesehatan, sanitasi, kesenjangan gender, hingga sosial budaya. Bowo juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Raih peluang emas ini dan janganlah menjadi manusia yang merugi,” pesannya di hadapan peserta workshop.

Ia menambahkan, kerja sama bersama para mitra menjadi bentuk komitmen membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan muda NTB untuk belajar dan menguasai keterampilan teknologi digital dan AI tanpa memandang latar belakang pendidikan.

“Harapan kami, setelah mengikuti program ini lahir ratusan talenta digital perempuan dari NTB yang mampu menciptakan solusi, membuka usaha, dan berkontribusi memajukan ekonomi serta pendidikan daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmizi, dalam laporannya menyampaikan bahwa program pembinaan kepemudaan yang dijalankan pihaknya telah berhasil melatih sekitar 1.500 pemuda di NTB.

“Angka tersebut menjadi bukti nyata keseriusan dinas dalam meningkatkan kompetensi digital generasi muda secara masif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Bidang Kepemudaan Dikpora NTB selama ini terus menjalankan berbagai program pencegahan pernikahan anak melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan keterampilan kepemudaan, hingga sosialisasi bahaya narkoba bersama BNN kabupaten/kota.

“Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi lebih kepada penerapan praktis. Para peserta akan dibekali kemampuan memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, hingga pengembangan bisnis digital. Kami berharap ilmu yang didapat menjadi bekal menciptakan inovasi dan peluang usaha baru,” katanya.

Pada sesi pemaparan materi, psikolog Pujiarohman membahas tantangan psikologis dalam menghadapi perkembangan teknologi di era baru. Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disikapi secara bijak karena memiliki dampak positif sekaligus risiko ketergantungan.

“AI ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi membuat kita bekerja lebih mudah, namun di sisi lain bisa membuat otak menjadi tumpul karena ketergantungan,” ucapnya.

Pujiarohman juga menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam bidang teknologi karena kualitas perempuan akan sangat menentukan kualitas suatu bangsa di masa depan.

Sementara itu, Project Manager Markoding Digital Hub, Erwin Gutawa, memperkenalkan program beasiswa khusus perempuan dengan kurikulum komprehensif yang dirancang untuk membangun kesiapan peserta menghadapi dunia kerja digital.

Menurutnya, peserta akan menjalani learning journey yang mencakup tiga pilar utama, yakni technical skill untuk penguasaan teknologi AI, soft skill untuk pengembangan karakter dan komunikasi, serta career development guna mempersiapkan karier profesional.

Untuk memperoleh manfaat penuh dari program tersebut, peserta akan melewati proses seleksi adaptif dalam empat fase kompetitif, yaitu Basic Training, Bootcamp, Top 6 Demo, dan Career Development.

Melalui program ini, Dikpora NTB berharap lahir generasi perempuan muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator dan penggerak ekonomi digital daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....