Balai Bahasa NTB dan UIN Mataram Perkuat Kerja Sama Pengembangan Bahasa

  • 30 Jul 2026 17:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram untuk memperkuat program kebahasaan, kesastraan, dan literasi melalui kemitraan yang akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penjajakan tersebut dilakukan dalam audiensi antara Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, dengan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram di Ruang Rapat FTK UIN Mataram, Senin, 27 Juli 2026.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, mengatakan kerja sama formal diperlukan agar berbagai program yang selama ini telah dijalankan bersama dapat memiliki dasar hukum yang lebih kuat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas.

"Kami berupaya mendorong manfaat yang lebih luas bersama mitra kerja sama. UIN Mataram menjadi salah satu mitra prioritas dalam menguatkan program dan layanan kebahasaan serta kesastraan di NTB. Seluruh kolaborasi yang telah berjalan perlu diperkuat melalui payung hukum agar implementasinya semakin optimal," terangnya.

Menurut Arie, Balai Bahasa NTB memiliki sejumlah program prioritas yang meliputi peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan bahasa dan sastra Indonesia, pelestarian bahasa daerah, hingga penginternasionalan bahasa Indonesia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram, Maimun, menyambut positif rencana kerja sama tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi, terutama dalam mendukung pelaksanaan tridarma.

Ia mengatakan kerja sama tersebut diharapkan mencakup pembinaan bahasa bagi dosen, penguatan kompetensi mahasiswa dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, pengembangan literasi, penelitian bahasa dan budaya, hingga pengabdian kepada masyarakat.

"Semoga kerja sama ini segera dapat direalisasikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah," ujarnya.

Kedua institusi sepakat menindaklanjuti hasil audiensi dengan menyusun naskah Perjanjian Kerja Sama sebagai dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....