Literasi Digital Dinilai Jadi Kunci Tangkal Hoaks dan Radikalisme
- 08 Mei 2026 15:53 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Penguatan literasi digital dan pendidikan karakter dinilai menjadi langkah penting dalam menangkal penyebaran hoaks, radikalisme, serta potensi perpecahan antarumat beragama di era media sosial saat ini.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan “Ngopi Lintas Iman” bertema “Merawat Solidaritas Iman Menuju Solidaritas Kemanusiaan” yang digelar UIN Mataram melalui Pusat Moderasi Beragama LP2M di Gedung Research Center Kampus II UIN Mataram.
Kepala Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN Mataram, Apipuddin mengatakan, derasnya arus informasi digital saat ini memunculkan banyak narasi yang tidak produktif terhadap perkembangan toleransi dan kerukunan masyarakat.
Menurutnya, penyebaran paham radikal kini semakin mudah menjangkau generasi muda melalui media sosial dan lingkungan pendidikan, sehingga diperlukan langkah kontra narasi yang masif dan berkelanjutan.
“Yang harus dilakukan adalah memperbanyak kontra narasi positif untuk menjaga tumbuh kembang toleransi dan kerukunan,” katanya, menegaskan, Jumat 8 Mei 2026.
Ia menjelaskan, upaya menangkal hoaks dan radikalisme tidak dapat dilakukan hanya oleh kampus atau lembaga pendidikan semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, aparat penegak hukum hingga generasi muda dinilai harus terlibat aktif dalam memproduksi konten-konten moderasi beragama, perdamaian, dan nilai toleransi.
Selain memperkuat narasi positif, budaya tabayyun atau check and re-check sebelum menyebarkan informasi juga dinilai penting diterapkan, terutama terkait isu SARA dan keagamaan.
Menurut Apipuddin, kemampuan mendeteksi hoaks harus terus dibangun agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah belah.
Ia juga menyoroti pentingnya peran tenaga pendidik dalam membangun pola pikir kritis di kalangan pelajar dan mahasiswa agar mampu menganalisis propaganda radikal secara objektif.
“Guru dan dosen memiliki peran penting menanamkan nilai moderasi beragama, toleransi, cinta tanah air, serta nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, menegaskan perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat penguatan nilai kemanusiaan dan kebangsaan di tengah tantangan sosial digital saat ini.
Menurutnya, dialog lintas iman menjadi salah satu cara efektif memperkuat solidaritas kemanusiaan sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama di NTB sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam merawat toleransi dan memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....