Wabup Lotim Dorong Budaya Literasi Melalui Peringatan Hari Anak Nasional
- 23 Jul 2026 20:15 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan mengusung tema "Petualangan Dunia Literasi Anak (PELITA)" di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung konsep bermain, belajar, dan bergembira di lingkungan perpustakaan itu menjadi upaya menanamkan budaya literasi sejak usia dini sekaligus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya mengatakan dipusatkannya peringatan Hari Anak Nasional di Perpustakaan Kabupaten bukanlah keputusan yang diambil secara kebetulan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil perencanaan yang matang untuk menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.
"Kenapa Hari Anak Nasional kita pusatkan di perpustakaan, karena kami ingin memperkenalkan kepada anak-anak bahwa perpustakaan adalah ruang belajar yang menyenangkan. Ini bukan keputusan yang tiba-tiba, tetapi hasil diskusi dan perencanaan agar literasi menjadi gerakan bersama," ujar Edwin.
Ia menjelaskan, salah satu inovasi yang dihadirkan dalam peringatan HAN tahun ini adalah Human Library. Konsep ini memungkinkan anak-anak dan masyarakat berinteraksi langsung dengan berbagai profesi, seperti dokter, petugas pemadam kebakaran, anggota kepolisian, hingga pustakawan sebagai "buku hidup" yang berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Menurut Edwin, gerakan literasi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi program berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Literasi harus menjadi gerakan yang terus hidup. Dengan budaya membaca yang kuat, kita dapat membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan memiliki daya saing," katanya.
Edwin juga menilai penguatan literasi menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai tantangan di era digital. Maraknya penggunaan telepon pintar, menurutnya, harus diimbangi dengan kebiasaan membaca dan aktivitas positif agar anak tidak terpapar dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan.
Selain itu, ia mengaitkan penguatan literasi dengan berbagai program prioritas daerah, seperti pencegahan perkawinan anak dan percepatan penurunan angka stunting. Menurutnya, meningkatnya literasi masyarakat akan berdampak pada bertambahnya pengetahuan sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....