Digitalisasi Pembelajaran Ubah Dinamika Kelas di SMPN 6 Mataram

  • 14 Apr 2026 20:09 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Transformasi digital mulai mengubah pola pembelajaran di sekolah, termasuk di SMPN 6 Mataram. Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Plt Kepala SMPN 6 Mataram, Cahyo Wirawan, menjelaskan bahwa penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) telah membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Kehadiran teknologi tersebut membuat suasana kelas menjadi lebih interaktif.

“Pembelajaran menjadi lebih atraktif, dinamis, dan memberikan semangat baru bagi siswa,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

Perubahan metode pembelajaran ini membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti materi. Interaksi antara guru dan siswa juga meningkat dibandingkan metode konvensional.

Siswa tidak lagi hanya mendengarkan penjelasan, tetapi terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat pemahaman materi menjadi lebih kuat.

“Siswa lebih berani tampil dan menjelaskan materi di depan kelas,” ungkapnya.

Selain meningkatkan partisipasi, penggunaan teknologi juga membantu guru dalam menyampaikan materi. Penyajian visual membuat konsep lebih mudah dipahami.

Pembelajaran menjadi lebih efektif karena siswa dapat melihat dan mempraktikkan langsung materi yang diberikan. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata.

“Penggunaan teknologi ini membuat siswa lebih cepat memahami materi yang diajarkan,” tuturnya.

Di sisi lain, adaptasi terhadap teknologi menjadi bagian penting dalam proses ini. Siswa dilatih untuk terbiasa menggunakan perangkat digital sejak dini.

Keterampilan tersebut dinilai penting untuk menghadapi perkembangan zaman. Dunia pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi.

“Teknologi membantu membentuk keterampilan baru yang dibutuhkan siswa di masa depan,” jelas Cahyo.

Meski demikian, ketersediaan fasilitas masih menjadi tantangan. Saat ini, penggunaan IFP baru diterapkan di beberapa kelas.

Harapannya, ke depan fasilitas tersebut dapat ditambah agar seluruh siswa merasakan manfaatnya. Pemerataan akses menjadi hal yang penting.

“Kami berharap seluruh kelas dapat menggunakan fasilitas ini secara merata,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....