Transformasi Paradigma Perpustakaan, Dorong Literasi jadi Fondasi Pembangunan

  • 28 Feb 2026 19:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perpustakaan tidak lagi diposisikan sebatas ruang penyimpanan buku, melainkan pusat transformasi literasi yang strategis. Pemerintah Provinsi NTB mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap fungsi perpustakaan di era digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H., menegaskan paradigma lama harus ditinggalkan. Menurutnya, literasi menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing daerah.

Ia menjelaskan bahwa literasi menyentuh seluruh aspek kehidupan, mulai dari pendidikan hingga sosial budaya. Karena itu, penguatan literasi menjadi bagian integral dari agenda pembangunan daerah.

“Sejak awal saya masuk, paradigma perpustakaan yang dianggap pasif itu harus dibuang jauh-jauh. Perpustakaan mengelola seluruh literasi dalam semua aspek kehidupan,” tuturnya, Sabtu 28 Februari 2026.

Ashari menyebut, literasi adalah jendela dunia yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Tanpa budaya membaca yang kuat, visi kemajuan sulit terwujud.

Ia menilai rendahnya minat baca menjadi tantangan serius. Oleh sebab itu, diperlukan strategi sistematis untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya membaca.

Program yang dirancang tidak hanya bersifat seremonial. Setiap kegiatan diarahkan pada dampak nyata terhadap peningkatan budaya literasi.

“Bagaimana mungkin kita berbicara tentang kemajuan jika membaca saja belum menjadi kebutuhan. Literasi itu syarat utama untuk memahami dunia,” katanya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama lintas sektor dinilai penting agar gerakan literasi lebih masif.

Kolaborasi tersebut melibatkan sekolah, komunitas, hingga pemangku kebijakan. Sinergi ini diharapkan memperluas jangkauan program literasi.

Ashari menekankan bahwa perubahan pola pikir harus dimulai dari generasi muda. Anak-anak dan pelajar menjadi target utama program literasi daerah.

Ia optimistis, dengan strategi yang terarah, perpustakaan akan menjadi pusat aktivitas intelektual. Transformasi ini menjadi bagian dari upaya membangun NTB yang lebih berdaya saing.

“Target kami sederhana tapi substansial. Masyarakat harus benar-benar memahami bahwa literasi menentukan masa depan,” tegasnya.

Ke depan, perpustakaan diharapkan tampil sebagai ruang dialog, inovasi, dan pengembangan kapasitas masyarakat. Perubahan paradigma menjadi langkah awal menuju penguatan ekosistem literasi di NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....