Capaian Akademik UIN Mataram Menguat Sepanjang Tahun 2025
- 21 Jan 2026 18:42 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram sepanjang tahun 2025 mencatat penguatan yang cukup nyata pada sektor akademik, terutama dalam bidang riset dan publikasi ilmiah. Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya institusi memperkuat posisi kampus sebagai perguruan tinggi keagamaan yang kompetitif di tingkat nasional.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., memandang capaian tersebut sebagai hasil dari arah kebijakan akademik yang dijalankan secara konsisten. Ia melihat penguatan budaya riset sebagai fondasi utama dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Salah satu indikator yang paling menonjol adalah meningkatnya jumlah publikasi ilmiah dosen dalam berbagai jurnal. Publikasi tersebut tidak hanya terbit di jurnal nasional terakreditasi, tetapi juga berhasil menembus jurnal internasional bereputasi.
Menurutnya, produktivitas tersebut menunjukkan perubahan cara pandang sivitas akademika terhadap riset. Aktivitas penelitian kini tidak lagi dipahami sebatas tuntutan administratif, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan yang melekat pada dosen.
“Kami melihat semangat dosen dalam meneliti dan menulis terus meningkat, sehingga publikasi ilmiah dosen UIN Mataram dalam satu tahun mencapai 660 publikasi ilmiah yang tersebar di jurnal nasional maupun internasional,” ungkapnya, Rabu 21 Januari 2026.
Peningkatan produktivitas riset tersebut turut berdampak pada posisi UIN Mataram dalam pemeringkatan 100 perguruan tinggi terbaik dari total 3.695 perguruan tinggi nasional yang tercatat di Webometrics. UIN Mataram pada awal tahun 2026 ini menembus jajaran 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan rilis peringkat perguruan tinggi nasional oleh Webometrics.
Prof. Masnun menilai capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Proses pendampingan riset, penguatan kelompok keilmuan, serta dukungan institusi yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi prestasi akademik.
Selain publikasi ilmiah, penguatan akademik juga tercermin dari bertambahnya jumlah guru besar. Kondisi ini dinilai memberi dampak langsung terhadap arah pengembangan keilmuan sekaligus kualitas riset kampus.
“Bertambahnya guru besar bukan sekadar angka, tetapi menjadi penguat kepemimpinan akademik dan penentu arah riset institusi ke depan,” ujar Prof. Masnun.
Meski mencatat berbagai capaian positif, UIN Mataram tidak berpuas diri. Evaluasi internal tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas riset dan publikasi dapat dipertahankan.
Bagi Prof. Masnun, tantangan ke depan justru semakin kompleks seiring dengan semakin ketatnya persaingan antar perguruan tinggi. Di tingkat nasional maupun internasional, kualitas riset dan publikasi menjadi tolok ukur utama reputasi akademik sebuah institusi.
“Meraih capaian itu penting, tetapi mempertahankannya jauh lebih berat karena menuntut konsistensi, komitmen, dan kerja akademik yang berkelanjutan,” jelasnya.
Karena itu, tahun 2026 diproyeksikan sebagai fase penguatan mutu akademik yang lebih terarah. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas publikasi, penguatan kolaborasi riset, serta menjaga produktivitas dosen agar tetap berkesinambungan.
Dengan fondasi akademik yang semakin solid, UIN Mataram optimistis mampu menjaga reputasi ilmiahnya. Penguatan sektor akademik tersebut diharapkan berdampak nyata terhadap kualitas lulusan sekaligus kontribusi kampus bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....