SMAN 1 Mataram Targetkan Tiga Besar Nasional LCC Empat Pilar

  • 07 Jul 2026 10:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – SMAN 1 Mataram terus mematangkan persiapan menghadapi ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat nasional setelah berhasil keluar sebagai juara di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tidak sekadar menjadi peserta, sekolah menargetkan mampu menembus tiga besar nasional melalui program pembinaan yang lebih intensif dengan melibatkan guru pembina hingga narasumber eksternal.

Kepala SMAN 1 Mataram, Burhanudin, mengatakan keberhasilan menjadi wakil NTB pada ajang nasional merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah dilakukan secara berkelanjutan di sekolah. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional.

"Alhamdulillah kami berhasil menjadi juara LCC Empat Pilar tingkat Provinsi NTB sehingga berhak mewakili daerah pada tingkat nasional. Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus tanggung jawab untuk memberikan hasil terbaik di tingkat nasional," ujar, Selasa 7 Juli 2026.

Ia menegaskan, target yang dipasang sekolah tidak sekadar mengikuti kompetisi. SMAN 1 Mataram menargetkan dapat masuk tiga besar nasional dengan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik.

Untuk mencapai target tersebut, sekolah telah menyusun program pembinaan secara bertahap. Selain pendampingan rutin oleh guru pembina, peserta juga akan mendapatkan penguatan materi dari narasumber yang memiliki kompetensi khusus di bidang Empat Pilar Kebangsaan.

"Kami akan mempersiapkan anak-anak ini semaksimal mungkin. Tidak hanya dibina oleh guru di sekolah, tetapi juga menghadirkan narasumber dari luar yang memiliki pengalaman dan kompetensi sesuai materi lomba. Harapannya mereka memiliki bekal yang lebih matang saat menghadapi kompetisi nasional," jelasnya.

Burhanudin menjelaskan, materi yang dipelajari peserta tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan umum, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, pembinaan dilakukan secara intensif agar peserta mampu memahami substansi materi sekaligus memiliki kecepatan dan ketepatan dalam menjawab soal saat perlombaan.

Menurutnya, persiapan menuju tingkat nasional membutuhkan strategi yang berbeda dibandingkan saat menghadapi seleksi tingkat provinsi. Kompetisi nasional akan mempertemukan perwakilan terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia sehingga tingkat persaingan dipastikan lebih ketat.

"Kami menyadari lawan yang akan dihadapi merupakan juara dari masing-masing provinsi. Oleh karena itu, pembinaan tidak boleh dilakukan secara biasa. Kami ingin anak-anak benar-benar siap, baik dari sisi penguasaan materi, mental bertanding, maupun kemampuan bekerja sama sebagai tim," terangnya.

Lebih lanjut, Burhanudin mengungkapkan keberhasilan SMAN 1 Mataram dalam berbagai ajang kompetisi bukanlah hasil persiapan yang dilakukan secara instan menjelang perlombaan. Sekolah menerapkan sistem pembinaan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan minat dan bakat peserta didik sejak awal.

Setiap bidang lomba memiliki guru pembina masing-masing yang secara rutin memberikan pendampingan kepada siswa. Ketika memasuki masa persiapan kompetisi, sekolah kemudian memperkuat pembinaan dengan menghadirkan narasumber profesional sesuai bidang yang akan diikuti.

"Pola pembinaan kami memang tidak dadakan. Sejak awal anak-anak sudah dibina melalui kegiatan ekstrakurikuler sesuai bidang masing-masing. Menjelang perlombaan baru kami tambah pembinaan yang lebih intensif, termasuk menghadirkan narasumber dari luar sekolah," jelasnya.

Model pembinaan tersebut, lanjut Burhanudin, telah diterapkan untuk berbagai ajang kompetisi, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), debat Bahasa Indonesia, debat Bahasa Inggris, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), hingga LCC Empat Pilar. Sistem tersebut dinilai efektif karena memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati.

Ia menilai prestasi yang diraih sekolah selama ini merupakan hasil kolaborasi antara peserta didik, guru pembina, orang tua, serta dukungan penuh dari pihak sekolah. Karena itu, budaya berprestasi terus menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kualitas pendidikan di SMAN 1 Mataram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....