MAN 1 Mataram Perkuat Pencegahan Bullying lewat Orientasi Murid Baru

  • 14 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • MAN 1 Mataram meluncurkan program Masa Ta'aruf Murid Baru (MATA MUDA) sebagai agenda resmi Kementerian Agama untuk memperkuat pencegahan perundungan dan cyberbullying sejak awal tahun ajaran.
  • Sebanyak 386 murid baru menandatangani deklarasi antikekerasan yang mencakup komitmen menjauh dari bullying, cyberbullying, pelecehan seksual, ekstremisme, rokok, dan narkoba dengan keterlibatan orang tua.
  • Madrasah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan yang melibatkan guru bimbingan dan konseling serta OSIM untuk melakukan pemantauan, edukasi, dan penanganan kasus perundungan dengan protokol pembinaan bertahap.

RRI.CO.ID, Mataram – MAN 1 Mataram menjadikan masa orientasi murid baru sebagai momentum untuk memperkuat pencegahan perundungan (bullying) dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menyenangkan. Sebanyak 386 murid baru menandatangani deklarasi antikekerasan sebagai bentuk komitmen bersama pada awal Tahun Ajaran 2026/2027.

Kepala MAN 1 Mataram, Drs. H. Syauki, M.S., mengatakan kegiatan orientasi tahun ini mengusung program Masa Ta'aruf Murid Baru (MATA MUDA) yang menjadi agenda resmi Kementerian Agama. Program tersebut tidak hanya mengenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga membekali murid dengan nilai-nilai karakter dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

"Tujuan utamanya adalah membantu murid beradaptasi dengan lingkungan madrasah sehingga memiliki kesiapan mental, emosional, sosial, dan akademik dalam mengikuti proses pembelajaran," ujarnya.

Menurut Syauki, materi MATA MUDA mencakup pengenalan lingkungan madrasah, visi dan budaya madrasah, tata tertib, akhlak, adab terhadap guru dan sesama teman, hingga etika bermedia sosial. Edukasi tersebut dinilai penting karena praktik perundungan kini juga banyak terjadi melalui media digital.

Untuk memperkuat pemahaman murid, MAN 1 Mataram melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan orientasi, di antaranya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), rumah sakit jiwa, serta Dewan Pendidikan Kota dan Provinsi.

"Kami menghadirkan KPI untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial yang baik karena cyberbullying juga menjadi perhatian yang harus dicegah sejak dini," katanya.

Selain pembekalan materi, seluruh murid baru menandatangani deklarasi yang berisi komitmen menjauhi bullying, cyberbullying, pelecehan seksual, pornografi, ekstremisme, rokok, dan narkoba. Deklarasi tersebut juga diketahui oleh orang tua sebagai bentuk keterlibatan keluarga dalam pendidikan karakter.

Syauki menegaskan pencegahan bullying merupakan program prioritas madrasah, bukan sekadar respons terhadap maraknya kasus yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, masa transisi dari SMP atau MTs menuju SMA atau MA merupakan fase yang membutuhkan pendampingan serius.

"Anak-anak berasal dari berbagai latar belakang sehingga kita harus menciptakan madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kalau mereka merasa aman, proses belajar juga akan lebih optimal," ujarnya.

Sebagai langkah preventif, MAN 1 Mataram membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Kekerasan yang melibatkan guru bimbingan dan konseling serta pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Satgas bertugas melakukan pemantauan, edukasi, hingga penanganan apabila ditemukan dugaan perundungan.

Jika terjadi kasus, madrasah akan melakukan klarifikasi, memanggil orang tua, dan mencari solusi bersama sesuai tahapan pembinaan. Selain itu, berbagai sudut madrasah dipasang pesan-pesan edukatif seperti "Stop Bullying" dan "Stop Kekerasan" sebagai pengingat bagi seluruh warga sekolah.

Saat ini MAN 1 Mataram memiliki sekitar 1.285 murid. Syauki menegaskan pihaknya tidak ingin tindakan segelintir orang merusak iklim belajar yang telah dibangun.

"Kami ingin menciptakan atmosfer akademik yang positif. Keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh murid," katanya.

Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan, MAN 1 Mataram juga mengusung jargon baru, "MAN 1 Mataram Maju, Berprestasi, Mendunia", sebagai komitmen untuk meningkatkan mutu akademik, karakter, dan daya saing madrasah di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....