KLU Dorong Penguatan Ekonomi Pesisir Lewat Program Kampung Nelayan Merah Putih
- 30 Apr 2026 00:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara- Desa Sukadana di Kecamatan Bayan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kelautan di Kabupaten Lombok Utara. Pemerintah daerah mengusulkan kawasan tersebut sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, program pemerintah pusat yang dirancang untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Berbeda dari konsep bantuan konvensional, program Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan sebagai kawasan ekonomi terpadu. Fokusnya bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menciptakan sistem usaha yang terintegrasi mulai dari penyimpanan hasil tangkapan, pengolahan, distribusi, hingga dukungan kebutuhan operasional nelayan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, mengatakan usulan program tersebut kini memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah telah melengkapi seluruh syarat yang ditetapkan pemerintah pusat dan menunggu keputusan resmi.
Menurutnya, Desa Sukadana dipilih karena memiliki potensi pesisir yang mendukung pengembangan kawasan nelayan modern.
"Selain dekat dengan aktivitas perikanan, desa tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sentra ekonomi baru di wilayah utara Pulau Lombok," jelasnya, Selasa 28 April 2026.
Salah satu aspek penting dalam usulan tersebut adalah kesiapan lahan. Pemerintah daerah menargetkan pengadaan tanah dapat direalisasikan melalui Anggaran Pergeseran 2026 sehingga seluruh proses administrasi selesai sebelum pembangunan fisik dimulai.
Ketersediaan lahan menjadi syarat utama dalam program Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah pusat mengharuskan adanya lahan milik pemerintah daerah atau desa yang berada di kawasan pesisir dan memiliki luas minimal 50 are.
"Apabila terealisasi, kawasan tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung usaha nelayan. Mulai dari cold storage, tempat pengolahan ikan, SPBN, bengkel nelayan, toko sparepart, hingga gudang logistik," ujarnya.
Kehadiran fasilitas tersebut diperkirakan akan memberi dampak besar terhadap efisiensi rantai distribusi hasil laut. Nelayan tidak lagi hanya menjual hasil tangkapan dalam bentuk mentah, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan produk olahan bernilai tambah.
Pengembangan kawasan nelayan terpadu juga dinilai dapat mendorong tumbuhnya usaha mikro di sekitar lokasi. Aktivitas ekonomi baru berpotensi muncul melalui jasa perawatan kapal, perdagangan kebutuhan nelayan, hingga pengolahan hasil laut skala rumah tangga.
Pemerintah daerah menilai keberadaan koperasi desa menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. Nantinya, Koperasi Desa Merah Putih Desa Sukadana akan berperan dalam pengelolaan fasilitas bersama pemerintah daerah melalui sistem kerja sama.
Model pengelolaan tersebut diharapkan menciptakan tata kelola yang lebih profesional dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur, sistem pengelolaan, serta keterlibatan warga, Kampung Nelayan Merah Putih diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi pesisir di Lombok Utara.
Jika disetujui pemerintah pusat, pembangunan ditargetkan dimulai pada 2027 dan menjadi proyek strategis yang mendukung transformasi sektor perikanan di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....