Dekranasda KLU Siapkan Langkah Strategis ke Makassar
- 31 Mar 2026 18:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ke-46 yang akan digelar pada Juni hingga Juli 2026 di Makassar, Dekranasda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mematangkan berbagai strategi guna memperkuat daya saing produk kerajinan lokal dan UMKM.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Terminal Bangsal, Selasa 31 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dalam memaksimalkan kontribusi KLU pada ajang nasional yang mempertemukan pelaku kerajinan dari seluruh Indonesia.
Ketua Dekranasda KLU, Ny. Hj. Rohani Najmul Akhyar, menegaskan bahwa Dekranasda memiliki peran strategis sebagai mitra aktif pemerintah daerah, tidak hanya dalam pembinaan, tetapi juga sebagai fasilitator pengembangan usaha para perajin.
Menurutnya, Dekranasda hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi, kemudahan akses perizinan, serta pembukaan jaringan pemasaran yang lebih luas.
“Kita ingin para perajin tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kepastian akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah aspek pemasaran. Meski produk yang dihasilkan semakin beragam dan berkualitas, namun belum didukung strategi distribusi yang optimal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dekranasda KLU berencana melakukan kurasi terhadap produk-produk unggulan yang memiliki potensi untuk dipasarkan secara lebih luas. Produk terpilih nantinya akan didorong masuk ke pasar hotel di kawasan Lombok Utara, serta dipromosikan hingga ke pasar global.
Selain itu, inovasi produk juga menjadi perhatian utama. Pengembangan desain dan diversifikasi produk dinilai penting agar mampu mengikuti tren pasar yang terus berkembang, termasuk pada sektor fashion berbasis kain tradisional.
Wakil Ketua Dekranasda KLU, Ny. RR Pungky Kusmalahadi Syamsuri, menekankan pentingnya kreativitas dalam memadukan kain khas daerah dengan material lain agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Tidak harus selalu menggunakan tenun secara penuh. Kombinasi dengan batik atau bahan lain justru bisa menghasilkan produk yang lebih variatif dan menarik,” jelasnya.
Lebih lanjut, integrasi antara sektor kerajinan dan kuliner juga menjadi strategi yang tengah didorong. Kegiatan seperti pameran Food Lombok Sumbawa dinilai efektif dalam memperluas ruang promosi produk lokal sekaligus memperkuat identitas daerah.
Dari sisi pembiayaan, Dekranasda KLU juga berupaya mencari alternatif pendanaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya ini dilakukan agar program pengembangan UMKM tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melibatkan dukungan sektor swasta dan mitra strategis lainnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dekranasda KLU optimistis mampu meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal sekaligus memperkuat eksistensi UMKM Lombok Utara di kancah nasional hingga internasional, khususnya dalam momentum HUT Dekranasda ke-46 di Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....