Gandeng UI, KLU Matangkan Peta Jalan Pengembangan Kurma

  • 31 Mar 2026 08:00 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mulai menyusun langkah strategis untuk mengembangkan komoditas kurma sebagai sektor unggulan daerah. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), pemerintah daerah kini tengah menyiapkan roadmap atau peta jalan pengembangan kurma secara terarah dan berkelanjutan.

Upaya ini dilakukan dengan menggandeng akademisi dari Universitas Indonesia guna memastikan seluruh tahapan pengembangan berjalan berbasis kajian ilmiah dan perencanaan yang matang.

Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi, menegaskan bahwa penyusunan roadmap menjadi fondasi penting sebelum program dijalankan secara luas di lapangan. Ia menilai, pendekatan sistematis diperlukan agar pengembangan kurma tidak sekadar menjadi program jangka pendek.

“Pengembangan kurma ini tidak bisa dilakukan secara sporadis. Harus berbasis perencanaan yang jelas, mulai dari aspek teknis, potensi lahan, hingga skema pembiayaan. Karena itu, kami menggandeng akademisi untuk menyusun roadmap yang komprehensif,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.

Menurutnya, Lombok Utara memiliki potensi besar untuk pengembangan kurma, terutama dari sisi ketersediaan lahan kering yang mencapai sekitar 9.000 hektare dan tersebar di seluruh kecamatan. Lahan tersebut dinilai sangat cocok untuk budidaya tanaman kurma yang relatif tahan terhadap kondisi minim air.

Tresnahadi menjelaskan, jika potensi ini dikelola secara optimal, kurma dapat menjadi komoditas baru yang mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.

“Lahan kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal bisa menjadi kekuatan utama kita. Kurma adalah salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang jelas,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan dalam merealisasikan program tersebut. Oleh karena itu, dukungan pemerintah pusat menjadi faktor kunci untuk mempercepat implementasi roadmap yang sedang disusun.

Dalam waktu dekat, Bupati Lombok Utara dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian serta Menteri Haji dan Umrah guna memaparkan potensi pengembangan kurma di daerah tersebut sekaligus membuka peluang dukungan program dan pendanaan.

Tresnahadi mengungkapkan, sebelumnya Menteri Haji dan Umrah telah melakukan kunjungan langsung ke salah satu lokasi pengembangan kurma di Desa Jugil. Kunjungan tersebut memberikan sinyal positif terhadap peluang pengembangan komoditas ini di Lombok Utara.

“Dari hasil kunjungan itu, beliau memberikan apresiasi dan menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan kurma di daerah kita. Ini menjadi peluang besar yang harus kita tindak lanjuti secara serius,” ujarnya.

Pemerintah daerah menargetkan, dalam jangka panjang, Lombok Utara dapat menjadi salah satu sentra kurma nasional. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, kurma lokal diharapkan dapat menjadi alternatif oleh-oleh bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

“Harapannya, ke depan kurma dari Lombok Utara tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga bisa menjadi bagian dari rantai pasok nasional, bahkan internasional. Ini bukan sekadar program pertanian, tetapi juga strategi penguatan ekonomi daerah,” pungkas Tresnahadi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....