Ketua DPRD KLU Minta Kebijakan Pro-Petani Lebih Terarah

  • 31 Mar 2026 20:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Sektor pertanian dinilai masih menjadi fondasi utama perekonomian di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Karena itu, arah kebijakan pembangunan daerah ke depan diharapkan semakin berpihak pada penguatan sektor ini, baik dari sisi infrastruktur, produksi, maupun kualitas sumber daya manusia.

Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara, Agus Jasmani, menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki sektor pertanian di KLU belum sepenuhnya dioptimalkan melalui program pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu merancang kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan kapasitas petani dan sistem produksi yang lebih modern.

“Lebih dari 80 persen masyarakat KLU menggantungkan hidup sebagai petani, buruh tani, maupun nelayan. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian sangat strategis dan harus menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Ia menilai, selama ini perhatian terhadap sektor pertanian masih perlu diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya adopsi teknologi di tingkat petani.

Salah satu langkah strategis yang dinilai mendesak adalah pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi. Agus menyebut, ketersediaan air menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas produksi pertanian, terutama saat musim kemarau.

Tanpa dukungan irigasi yang memadai, lanjutnya, petani akan kesulitan meningkatkan produktivitas lahan, bahkan berpotensi mengalami gagal panen.

Selain irigasi, keberadaan jalan usaha tani juga menjadi perhatian penting. Infrastruktur ini berperan besar dalam memperlancar distribusi hasil panen dari lahan menuju pasar.

“Dengan akses jalan yang baik, biaya distribusi bisa ditekan dan hasil pertanian menjadi lebih kompetitif di pasaran,” katanya.

Di sisi lain, Agus juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak program pelatihan, pendampingan, serta pengenalan teknologi pertanian modern kepada para petani.

Menurutnya, penguasaan teknologi akan membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Arah ke depan, kita harus mulai mendorong diversifikasi dan pengembangan komoditas unggulan yang memiliki daya saing pasar,” ungkapnya.

Sebagai lembaga representasi masyarakat, DPRD KLU, lanjut Agus, terus menyerap aspirasi warga melalui berbagai forum, seperti kegiatan reses dan pertemuan langsung di lapangan. Dari hasil penyerapan tersebut, mayoritas masyarakat menginginkan penguatan sektor ekonomi produktif, khususnya pertanian dan subsektornya.

Aspirasi tersebut mencakup kebutuhan di berbagai bidang, mulai dari perkebunan, perikanan, hingga peternakan, yang semuanya berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal.

Ia mengakui bahwa hingga saat ini sebagian besar masyarakat Lombok Utara masih menjalankan usaha pertanian secara konvensional. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang mampu mendorong modernisasi sektor pertanian agar lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Meski demikian, Agus juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada satu sektor. Sektor pariwisata tetap memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian dan pariwisata harus berjalan seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Kita perlu menjaga keseimbangan. Pariwisata penting, tetapi pertanian adalah penopang utama kehidupan masyarakat. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....