Made Selamat Dorong Dukungan untuk Mahasiswa dan Desa Wisata di NTB
- 12 Jun 2026 18:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Wakil rakyat di Udayana komitmen untuk memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kegiatan kemahasiswaan, hingga pengembangan desa wisata yang dikelola oleh masyarakat desa.
Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus anggota Komisi V, Ir. Made Selamat, menegaskan bahwa berbagai aspirasi diserap langsung dari masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang ditemuinya dalam sejumlah kunjungan. Salah satu perhatian yang disorot adalah kondisi SMA Negeri 11 Mataram yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih dibanding sekolah lain di ibu kota provinsi.
"Saya menerima banyak aspirasi dari masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa. Semua aspirasi itu harus diperjuangkan melalui mekanisme dan proses yang formal," ujarnya, Jumat 12 Juni 2026 kepada wartawan disela-sela Reses yang dilakukan di Mataram melibatkan kalangan Grahapala Rinjani Universitas Mataram.
Ia mengatakan, perhatian terhadap dunia pendidikan tidak hanya ditujukan kepada sekolah, tetapi juga kepada mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri di luar perkuliahan. Menurutnya, banyak kegiatan mahasiswa yang selama ini dibiayai secara mandiri meskipun memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

Made mencontohkan kegiatan mahasiswa yang melakukan penelusuran gua, penelitian lingkungan, hingga upaya pelestarian alam. Aktivitas semacam itu, kata dia, layak mendapatkan dukungan dari pemerintah.
"Kegiatan mahasiswa bukan sekadar kegiatan rekreasi. Banyak yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Karena itu perlu difasilitasi dan dibantu melalui program-program pemerintah," katanya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut dapat diperkuat melalui dana aspirasi yang dimiliki anggota legislatif sebagai pelengkap program pemerintah yang belum dapat menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.
"Pemerintah tentu memiliki keterbatasan. Karena itu dana aspirasi bisa menjadi salah satu instrumen untuk membantu program-program yang belum terakomodasi," jelasnya.
Selain pendidikan, Made Selamat juga menyoroti pentingnya pengembangan desa wisata di NTB. Menurutnya, sejumlah destinasi wisata yang berkembang saat ini masih banyak dikelola oleh investor atau perorangan, sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat desa belum optimal.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat mendorong lahirnya desa wisata yang benar-benar menjadi milik dan dikelola oleh desa.
"Kita ingin desa wisata itu menjadi milik desa, bukan hanya milik perorangan. Dengan begitu manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.
Meski mengakui sudah ada beberapa desa wisata yang berkembang di Pulau Lombok, Made menilai pemerintah perlu menghadirkan contoh-contoh pengelolaan yang dapat menjadi model bagi desa lain.
Menurutnya, banyak wilayah di NTB yang memiliki potensi wisata alam maupun kuliner yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui kreativitas dan dukungan kebijakan pemerintah.
"Masih banyak daerah yang memiliki potensi wisata, baik pantai maupun kuliner. Pemerintah harus lebih kreatif dalam melihat dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di masyarakat," katanya.
Made berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mempercepat pengembangan sektor pendidikan, kepemudaan, dan pariwisata berbasis desa di NTB.
"Potensi yang kita miliki sangat besar. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mendorong agar potensi tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
Dalam reses tersebut, perwakilan Grahapala Rinjani Universitas Mataram meminta agar sarana dan prasarana dalam menunjang kegiatan bisa diberikan dukungan. Disatu sisi terdapat sarana panjat tebing yang ada di Unram yang butuh peningkatan.
Pasalnya terdapat fasilitas atau wall climbing setinggi 6 meter. Namun itu dinilai belum standar sehingga harus ditingkatkan menjadi 12 meter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....