Tragis, Korban Diduga Dibakar Ibu Akhirnya Meninggal

  • 01 Mar 2026 11:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Nasib tragis menimpa seorang pemuda berinisial MIL (26), warga Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Setelah sepekan menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya, korban akhirnya meninggal dunia, Sabtu 28 Febrbuari 2026 malam.

Sebelumnya, korban sempat dirawat di RSMA Sumbawa sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi di Mataram. Namun, meski telah mendapat penanganan medis, nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban dipulangkan ke Sumbawa pada Minggu 1 Maret 2026.

Kapolres melalui Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Andy Nur Rosihan Alfajri, S.Tr.K., yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pihaknya tetap melakukan penanganan kasus tersebut. Meskipun, hingga kini belum ada laporan resmi dari keluarga korban.

“Sementara ini kami sudah melakukan pemeriksaan. Kami juga sudah melakukan cek TKP, terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Andy menegaskan, proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Guna mengungkap secara jelas kronologi dan motif kejadian.

“Untuk penanganannya kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.

Namun demikian, penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap ibu korban berinisial SA (48), yang diduga sebagai orang yang membakar korban. Hal tersebut disebabkan kondisi yang bersangkutan masih dalam keadaan syok dan sakit.

Diketahui, peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu 22 Februari 2026 sekitar pukul 12.30 Wita di Jalan Lintas Sumbawa–Bima Kilometer 62, tepatnya di Dusun Karya Mulya, Desa Plampang, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban MIL tengah tertidur di belakang rumah. SA kemudian membangunkan korban dan memintanya mencari rumput untuk pakan ternak sapi. Namun korban menolak permintaan tersebut, sehingga terjadi cekcok mulut antara keduanya.

Karena tersulut emosi, SA kemudian diduga mengambil sebotol pertalite yang dijual di rumahnya dan menyiramkannya ke tubuh korban. Korban yang terbangun akibat siraman bahan bakar sempat berusaha membersihkan diri. Namun, SA diduga melemparkan korek api ke arah korban hingga api menyambar dan membakar tubuhnya.

Korban berteriak meminta pertolongan kepada adiknya, IK (23), yang berada di lokasi. Saksi kemudian membantu memadamkan api dengan menyiramkan air ke tubuh korban. Setelah melihat kobaran api yang membakar anaknya, SA dilaporkan histeris sebelum akhirnya pingsan.

Petugas Polsek Plampang yang menerima laporan, segera mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP awal. Korban dievakuasi ke Puskesmas Plampang sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....