KUIK Inkubator Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Pendampingan Profesional
- 27 Nov 2025 16:04 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: KUIK Inkubator menjadi salah satu lembaga yang berperan aktif dalam membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) meningkatkan kualitas usaha melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan branding. Manager KUIK Inkubator, Besty Risetyana, S.T, menjelaskan bahwa KUIK inkubator ini lahir dari kegelisahan terhadap minimnya wadah yang mampu membantu UMKM mengelola bisnis dan mengembangkan identitas produk secara profesional.
“Kami melihat banyak UMKM yang punya potensi besar, tetapi tidak punya tempat belajar bagaimana cara mem-branding dan memoles produk mereka agar lebih siap bersaing,” jelasnya, Kamis (27/11/2025).
Besty menerangkan bahwa sejak berdiri pada 2023, KUIK Inkubator telah menjalankan berbagai program pelatihan yang melibatkan mentor profesional, mulai dari praktisi artificial intelligence, fotografi, editing, hingga strategi konten digital. Pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan UMKM yang kini harus bersaing di era pemasaran berbasis teknologi.
“Pelatihan kami menghadirkan mentor yang benar-benar ahli agar UMKM mendapat insight yang tepat. Setelah ikut pelatihan, kualitas konten dan media sosial UMKM terlihat jauh lebih baik,” terangnya.
Assistant Manager KUIK Inkubator, Cucut Indriani Devi, S.Ds., menambahkan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga membantu UMKM memahami bagaimana memadukan kreativitas, story telling, dan identitas produk agar lebih menarik perhatian pasar.
“Banyak UMKM awalnya hanya memotret produk secara sederhana, tetapi setelah pendampingan mereka bisa membuat konten yang punya karakter dan mampu menarik lebih banyak pelanggan,” ujarnya.
| Baca juga: Hibah UMKM Sumbawa Hanya dalam Bentuk Barang |
Ia menjelaskan bahwa inkubator membuka pelatihan tanpa seleksi ketat, karena tujuannya memberikan kesempatan seluas mungkin bagi UMKM yang ingin belajar dan meningkatkan kapasitas mereka. UMKM cukup mengikuti informasi yang dibagikan untuk bergabung dalam program pelatihan.
“Selama ini kami tidak melakukan seleksi rumit. Ketika ada program, kami share secara terbuka supaya semua pelaku UMKM bisa ikut belajar,” katanya.
Besty menyebut bahwa salah satu capaian nyata dari proses pelatihan yang dilakukan inkubator adalah lahirnya Mataram Food Craft Center (MFCC) sebuah komunitas kreatif yang tumbuh dari para alumni pelatihan dan kini menjadi wadah berbagi ilmu antar-UMKM.
“MFCC itu lahir dari hasil pelatihan kami, dan sekarang sudah berkembang menjadi ruang kolaborasi teman-teman UMKM. Ini bukti bahwa dampaknya berkelanjutan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pendampingan yang diberikan KUIK inkubator membantu UMKM mengenali potensi produk mereka serta mengubah cara pandang dalam mengelola usaha. Menurutnya, perubahan kecil dalam kualitas konten atau foto produk dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Sering kali perubahan paling kecil justru berdampak besar. Dari angle foto yang tepat atau cara membuat konten yang pas, UMKM bisa menarik pasar baru,” imbuhnya.
Cucut menilai bahwa kehadiran KUIK inkubator sangat dibutuhkan karena UMKM sering kali hanya fokus pada produksi, tanpa memahami pentingnya pemasaran digital dan identitas visual produk. Inkubator hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
“Kami ingin UMKM tidak hanya bagus dari sisi rasa atau kualitas produk, tetapi juga kuat secara visual dan branding. Itu yang membuat mereka siap bersaing,” tegasnya.
Dengan pendampingan yang terarah, KUIK Inkubator berharap UMKM dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk memperluas jaringan pasar secara lebih efektif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....