Keponakan Prabowo Takjub dengan Tenun NTB, Dua Kain Diborong untuk Hadiah Adik

  • 12 Agt 2026 13:16 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati, takjub dengan kualitas tenun NTB dan memborong dua kain untuk hadiah ulang tahun adiknya.
  • Ia mendorong UMKM NTB terus meningkatkan kualitas dan pemasaran agar produk lokal mampu menembus pasar internasional.

RRI.CO.ID, Mataram – Kain tenun NTB berhasil mencuri perhatian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat mengunjungi Bale Kita, Rabu, 12 Agustus 2026. Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu bahkan langsung memborong dua kain tenun karena menemukan warna yang dianggap cocok untuk hadiah ulang tahun adiknya.

Rahayu yang merupakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI periode 2024–2029 datang bersama Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata.

Tak hanya melihat-lihat, Rahayu membeli sejumlah produk UMKM NTB, mulai dari kain tenun, pakaian hingga produk olahan makanan. Ketertarikannya pada produk lokal bahkan membuatnya berkelakar bahwa berbelanja di Bale Kita bisa menjadi “bahaya untuk dompet”.

“Sepertinya banyak tertarik. Salah satu hasil yang saya borong adalah tadi ada dua kain, karena pas ada warnanya cocok untuk adik saya yang ulang tahun,” kata Rahayu di Mataram.

Menurut Rahayu, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa produk lokal NTB tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mampu tampil menarik dan relevan untuk kebutuhan pasar. Ia mengaku takjub melihat perkembangan UMKM NTB yang mampu mengolah kekayaan budaya dan bahan baku lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

“Ini sangat luar biasa, sangat memotivasi kita melihat bagaimana pelaku-pelaku UMKM terus berkembang dengan produk-produk lokal yang layak dan patut kita banggakan,” ujarnya.

Selain tenun, produk kuliner berbahan dasar kelor juga menarik perhatian Rahayu. Ia menilai olahan kelor menunjukkan bagaimana bahan baku lokal dapat melalui proses hilirisasi hingga menghasilkan produk pangan dengan nilai tambah.

“Jadi itu bentuk hilirisasi ekonomi kreatif khususnya di bidang kuliner,” katanya.

Bagi Rahayu, kekuatan produk UMKM NTB terletak pada perpaduan antara kreativitas, budaya dan bahan baku lokal. Kain tenun menjadi salah satu contoh produk yang membawa identitas daerah sekaligus memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Ia berharap Bale Kita tidak berhenti sebagai tempat pemasaran produk. Menurutnya, ruang seperti itu juga perlu menjadi inkubator yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pelatihan, pendampingan dan peningkatan kapasitas.

Rahayu mendorong pelaku UMKM NTB untuk tidak cepat puas. Perkembangan teknologi, kata dia, menuntut pengusaha terus belajar, terutama dalam pemasaran, promosi dan peningkatan kualitas produk.

“Terus mengembangkan kapasitas agar kita bisa terus bersaing bukan hanya di pasar domestik tapi juga pasar internasional,” ujarnya.

Ia optimistis produk-produk khas NTB, termasuk tenun, memiliki peluang untuk dikenal lebih luas apabila kualitas dan strategi pemasarannya terus diperkuat.

“Semoga tetap semangat dan selalu siap untuk mengembangkan kapasitas kita agar kita bisa go international,” kata Rahayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....