Akademisi Nilai Ekonomi Dompu Perlu Didorong ke Sektor Produktif
- 02 Jun 2026 09:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Kondisi ekonomi Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dinilai mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir. Pelemahan tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi daerah berjuluk “Nggahi Rawi Pahu” yang masih berada pada kisaran 4,5 persen sepanjang 2025.
Selain itu, melemahnya aktivitas ekonomi masyarakat juga tercermin dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Dompu yang rata-rata berada pada angka minus 0,11 persen selama April hingga Mei 2026. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak di zona negatif.
Ekonom dari Indeks sekaligus akademisi STIE Yapis Dompu, Dr. Dodo Kurniawan, mengatakan perlambatan ekonomi daerah tidak hanya dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang melemah, tetapi juga struktur ekonomi Dompu yang hingga kini masih didominasi sektor padat modal dibanding padat karya.
“Pertumbuhan ekonomi memang masih ada, tetapi manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat luas karena struktur ekonomi Dompu lebih cenderung padat modal,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Dodo, keuntungan ekonomi saat ini lebih banyak dinikmati pemilik modal dan pemilik lahan. Sementara sebagian besar masyarakat hanya memperoleh manfaat sebagai tenaga kerja dengan tingkat pendapatan yang relatif terbatas.
Ia menilai kondisi tersebut menyebabkan perputaran ekonomi masyarakat tidak berlangsung optimal, sehingga dampak pertumbuhan ekonomi belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Yang menikmati keuntungan terbesar tetap pemilik modal dan pemilik lahan. Masyarakat kebanyakan masih berada pada posisi tenaga kerja dengan pendapatan terbatas,” katanya.
Dodo juga menyoroti pertumbuhan kredit perbankan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi agar arus pembiayaan tidak lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif.
“Harus dilihat ke mana arah uang dan kredit itu mengalir. Kalau lebih banyak digunakan untuk konsumsi tanpa menghasilkan nilai tambah ekonomi, tentu berpotensi menjadi risiko bagi ketahanan ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
Ia menegaskan, modal dan kredit perbankan seharusnya diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menghasilkan barang dan jasa baru sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perputaran ekonomi daerah.
“Modal harus diarahkan ke sektor produktif agar ekonomi lebih sehat dan manfaat pertumbuhan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dodo berharap pemerintah daerah bersama sektor perbankan dapat memperkuat kebijakan ekonomi berbasis produktivitas masyarakat, terutama pada sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lebih besar.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi Dompu tidak hanya tumbuh secara angka statistik, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....