Mangga Arumanis Lombok Utara Menanti Panggung Dunia
- 08 Agt 2026 21:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Hamparan kebun mangga membentang luas di kaki utara Gunung Rinjani. Di antara perbukitan yang menghadap laut dan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, pohon-pohon mangga tumbuh subur, menjadi sumber kehidupan bagi ribuan warga Lombok Utara.
Tak banyak yang mengetahui bahwa Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, merupakan salah satu sentra mangga terbesar di Indonesia. Lebih dari 1.500 hektare kebun mangga tersebar di Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga, hingga Pemenang. Dari kawasan inilah lahir mangga Arumanis yang dikenal memiliki cita rasa manis, aroma khas, dan kualitas yang mampu bersaing dengan sentra-sentra mangga ternama di Pulau Jawa.
Bagi masyarakat Bayan, mangga bukan sekadar buah musiman. Ia telah menjadi bagian dari kehidupan, sumber penghasilan utama, sekaligus harapan masa depan. Saat musim panen tiba, aktivitas di kebun berlangsung sejak pagi. Buah-buah yang matang dipetik dengan hati-hati, disortir, lalu dikirim ke berbagai kota besar seperti Probolinggo, Surabaya, hingga Jakarta.
Keunggulan mangga Lombok Utara tidak hadir begitu saja. Kondisi geografis daerah yang berada di dataran rendah dekat garis pantai menciptakan agroklimat ideal bagi pertumbuhan tanaman mangga. Intensitas sinar matahari yang tinggi membuat buah berkembang optimal dengan tingkat kemanisan yang disukai pasar.
Potensi besar inilah yang kini mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong penataan kawasan mangga Lombok Utara agar menjadi sentra produksi yang modern dan berdaya saing tinggi.
Saat meninjau kawasan mangga di Kecamatan Bayan, Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman, menegaskan pentingnya pengaturan pola panen untuk menjaga stabilitas harga. Menurutnya, produksi yang melimpah harus diimbangi dengan tata kelola yang baik agar petani tetap memperoleh keuntungan, terutama saat panen raya berlangsung.
Harapan yang sama juga tumbuh di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menargetkan perluasan kawasan mangga hingga mencapai 2.000 hektare melalui dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat. Tidak hanya memperluas lahan, pengembangan juga diarahkan pada peningkatan kualitas produksi dan pengaturan panen sepanjang tahun.
Di balik keberhasilan tersebut, para petani sebenarnya telah melakukan berbagai inovasi. Salah satunya melalui teknologi offseason, yakni teknik budidaya yang memungkinkan pohon mangga berbuah di luar musim normal.
Jika panen raya biasanya berlangsung antara November hingga Februari, teknologi ini memungkinkan panen dilakukan pada Agustus hingga September, saat pasokan mangga dari daerah lain masih terbatas. Dengan demikian, harga jual menjadi lebih tinggi dan keuntungan petani meningkat.
Muhsin, salah seorang petani mangga di Bayan, menjadi saksi bagaimana teknologi mampu mengubah wajah pertanian. Dengan perlakuan khusus menggunakan pupuk NPK dan zat pengatur tumbuh, pohon-pohon mangganya dapat menghasilkan buah berkualitas pada waktu yang telah direncanakan.
Biaya perlakuan sekitar Rp150 ribu per pohon ternyata sebanding dengan hasil yang diperoleh. Dari satu pohon yang mampu menghasilkan sekitar satu kuintal mangga, petani dapat meraih pendapatan hingga Rp450 ribu. Setelah dikurangi biaya produksi, keuntungan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per pohon.
Dengan ribuan pohon yang dikelola, keuntungan dalam satu musim panen dapat mencapai ratusan juta rupiah. Bagi petani, mangga bukan lagi sekadar tanaman pekarangan, melainkan usaha agribisnis yang menjanjikan.
Namun keberhasilan itu tidak datang tanpa kerja keras. Untuk menjaga kualitas buah, petani harus rutin melakukan pemangkasan, menjaga kebersihan kebun, serta mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Perawatan yang konsisten menjadi kunci agar mangga Lombok Utara tetap memiliki kualitas unggul yang diakui pasar.
Kini, harapan para petani tidak berhenti pada pasar domestik. Mereka ingin melihat mangga Arumanis Lombok Utara melangkah lebih jauh ke pasar internasional. Untuk mewujudkannya, kebun-kebun mangga di kawasan Bayan dan sekitarnya diharapkan memperoleh sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP), sebuah standar yang menjadi pintu masuk menuju ekspor.
Di tengah geliat pembangunan sektor pertanian, mangga Arumanis Lombok Utara menjadi bukti bahwa daerah yang dikenal dengan wisata alamnya juga memiliki kekuatan besar di sektor hortikultura. Dengan dukungan teknologi, tata kelola kawasan yang baik, serta kolaborasi antara pemerintah dan petani, bukan tidak mungkin suatu hari nanti mangga dari kaki Rinjani akan hadir di rak-rak pasar dunia.
Dari kebun-kebun yang menghadap laut dan dinaungi megahnya Gunung Rinjani, harapan itu terus tumbuh. Harapan bahwa manisnya mangga Lombok Utara akan dikenal bukan hanya di Nusantara, tetapi juga di berbagai penjuru dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....