BIZAM Perkuat Konservasi Bahari untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Lombok
- 24 Jul 2026 09:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Airports Konservasi Bahari.
Program tersebut diwujudkan dengan penyaluran bantuan kepada Turtle Conservation Community (TCC) Nipah di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Regional CEO II PT Angkasa Pura Indonesia Wahyudi, General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian, serta Ketua TCC Nipah Fikri.
General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian mengatakan program InJourney Airports Konservasi Bahari merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-14 tentang ekosistem laut. Program ini juga menjadi implementasi Asta Cita yang menekankan keselarasan antara pembangunan, lingkungan, alam, dan budaya.
"Konservasi bahari yang kami lakukan saat ini berfokus pada dua kegiatan, yaitu transplantasi terumbu karang dan mendukung keberlanjutan penangkaran penyu," ujarnya.
Menurut Aidhil, TCC Nipah dipilih karena dinilai memiliki rekam jejak dan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian penyu serta ekosistem pesisir. Keberadaan komunitas tersebut dinilai berkontribusi menciptakan keseimbangan alam yang sekaligus menjadi daya tarik wisata Lombok.
"Lombok dikenal bukan hanya karena gunungnya, tetapi juga keindahan laut dan keanekaragaman hayati pesisirnya. Kami ingin memastikan kehadiran bandara tidak hanya melayani transportasi udara, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat," katanya.
Ia menegaskan, keberlangsungan sektor penerbangan sangat bergantung pada berkembangnya destinasi wisata. Karena itu, penguatan ekosistem pariwisata menjadi kepentingan bersama.
"Bandara dan destinasi merupakan satu kesatuan ekosistem pariwisata. Airport tidak bisa berdiri sendiri, begitu juga destinasi wisata," ujarnya.

Pada tahun ini, BIZAM mengalokasikan dana TJSL senilai Rp100 juta yang digunakan untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana konservasi, perlengkapan operasional kapal, serta kegiatan transplantasi terumbu karang. Sebelumnya, pada 2025 perusahaan juga telah menyerahkan kapal patroli kepada kelompok konservasi.
Aidhil menambahkan, program konservasi bahari akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Lokasi pelaksanaan akan ditentukan berdasarkan pemetaan kawasan yang memiliki potensi pariwisata dan membutuhkan dukungan pelestarian lingkungan.
Selain konservasi laut, BIZAM juga menjalankan program penghijauan. Tahun lalu perusahaan berpartisipasi menanam sekitar 6.600 pohon di Desa Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai bagian dari pengembangan desa wisata dan edukasi lingkungan.
Di sektor pariwisata, Aidhil menyebut kunjungan wisatawan ke NTB terus menunjukkan tren positif. Tingkat utilisasi kapasitas Bandara Lombok kini telah mencapai sekitar 59 persen, meningkat dibandingkan masa pandemi Covid-19 yang berada di bawah 50 persen.
Menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika, BIZAM juga mulai melakukan persiapan bersama Pemerintah Provinsi NTB, ITDC, dan sejumlah instansi terkait. Fokus persiapan diarahkan pada dukungan fasilitas, logistik, serta optimalisasi layanan bandara.
"Kami memastikan fasilitas yang ada dapat berfungsi secara maksimal. Selain itu, akan ada aktivasi berbagai event budaya di terminal sebagai etalase untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTB kepada para wisatawan," kata Aidhil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....