Ekspor NTB Desember 2025 Melonjak, Didominasi Emas dan Tembaga
- 02 Feb 2026 15:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kinerja ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Desember 2025 menunjukkan lonjakan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat nilai ekspor pada Desember 2025 mencapai US$ 633,34 juta, atau meningkat 368,28 persen dibandingkan Desember 2024 secara year-on-year (y-on-y).
Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi NTB, Ir. Muhammad Ahyar, mengatakan peningkatan tajam tersebut terutama didorong oleh naiknya ekspor komoditas non-tambang hasil industri pengolahan.
“Lonjakan ekspor Desember 2025 ini utamanya berasal dari meningkatnya ekspor emas dan tembaga yang merupakan hasil industri smelter di NTB,” ujar Muhammad Ahyar, Senin 2 Februari 2026.
Secara kumulatif, nilai ekspor NTB selama periode Januari–Desember 2025 tercatat sebesar US$ 1.697,15 juta, namun mengalami penurunan 33,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Berdasarkan kelompok komoditas, ekspor terbesar NTB pada Desember 2025 berasal dari Barang Galian/Tambang Non Migas dengan nilai US$ 346,83 juta atau 54,76 persen dari total ekspor. Disusul Perhiasan/Permata sebesar US$ 156,29 juta (24,68 persen), Tembaga sebesar US$ 126,89 juta (20,04 persen), serta komoditas Ikan dan Udang dan Daging serta Ikan Olahan dengan kontribusi di bawah satu persen.
Dari sisi negara tujuan, ekspor NTB pada Desember 2025 paling banyak dikirim ke Korea Selatan dengan pangsa 37,84 persen, diikuti Swiss (24,43 persen), India (10,26 persen), Tiongkok (9,03 persen), Jepang (8,76 persen), dan negara lainnya sebesar 9,68 persen.
Sementara itu, kinerja impor NTB justru mengalami penurunan. Nilai impor NTB selama Januari–Desember 2025 tercatat sebesar US$ 254,39 juta, atau turun 72,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun nilai impor pada Desember 2025 mencapai US$ 34,21 juta, turun 56,69 persen dibandingkan Desember 2024.
Komoditas impor terbesar pada Desember 2025 adalah Karet dan Barang dari Karet senilai US$ 27,00 juta atau 78,94 persen dari total impor. Selanjutnya Plastik dan Barang dari Plastik sebesar 9,46 persen, Mesin-mesin/Pesawat Mekanik 5,20 persen, Berbagai Produk Kimia 3,04 persen, serta Kendaraan dan Bagiannya 1,52 persen.
Impor NTB pada Desember 2025 paling banyak berasal dari Jepang dengan pangsa 73,22 persen, diikuti Thailand (9,65 persen), Tiongkok (8,72 persen), Amerika Serikat (3,75 persen), Singapura (3,46 persen), dan negara lainnya.
Menurut Muhammad Ahyar, penurunan impor secara y-on-y terutama disebabkan oleh berkurangnya impor barang modal.
“Penurunan impor Desember 2025 terutama terjadi pada kelompok mesin-mesin atau pesawat mekanik, yang menunjukkan berkurangnya aktivitas impor barang modal,” jelasnya.
Ia menambahkan, dinamika ekspor dan impor tersebut mencerminkan peran strategis industri pengolahan dalam menopang kinerja perdagangan luar negeri NTB sepanjang akhir tahun 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....