Cengkeh dan Mete NTB Dilirik Pasar Global

  • 18 Okt 2025 07:35 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Dua komoditas unggulan asal Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni mete dan cengkeh, memiliki peluang besar untuk menembus pasar global. Hal tersebut disampaikan Direktur PT Verda Nusadaya Agro, Nazri Al Ayyubi, dalam sesi wawancara di Studio Pro 1 RRI Mataram, Kamis (16/10/2025).

Sebagai eksportir, Nazri menilai prospek kedua komoditas tersebut sangat menjanjikan di masa mendatang.

“Kalau melihat prospek ke depannya sangat menjanjikan. Dua komoditas ini juga berkaitan dengan kajian bioteknologi yang sedang berkembang, di mana cengkeh dan mete bisa menjadi penopangnya,” ujarnya.

Nazri menjelaskan, pihaknya saat ini tengah memfokuskan ekspor cengkeh ke UK. Negara tersebut menjadi pasar potensial karena memiliki minat.

“Alasannya karena di UK ada peminatnya, dan mereka menggunakan cengkeh sebagai bahan pendukung dalam kemajuan bioteknologi,” jelasnya.

Meski demikian, Nazri mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam memasarkan produk ke pasar global, terutama berkaitan dengan regulasi.

“Tantangan lebih ke arah regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor. Kita harus menyesuaikan agar produk bisa diterima,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan lokasi produksi utama cengkeh dan mete yang diekspor berada di dua wilayah di NTB, yaitu Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Timur.

Dalam menjaga kualitas agar tetap kompetitif di pasar internasional, PT Verda Nusadaya Agro terus memberikan pendampingan kepada petani.

“Kami memberikan bimbingan kepada petani, misalnya dalam proses panen. Buah yang dipetik harus benar-benar matang agar kualitas tetap terjaga. Kalau buah merah harganya bisa mencapai 80, sedangkan yang masih hijau hanya sekitar 40. Jadi, ini penting untuk menjaga standar ekspor,” terang Nazri.

Nazri berharap, dengan dukungan dari berbagai pihak, potensi ekspor mete dan cengkeh asal NTB dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, khususnya bagi para petani lokal.

Penulis: Anisah Chahyani Putri dan Nurlaeli Roziana

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....