Gandeng BAZNAS NTB, Pemuda NW Cetak Wirausaha Muda Kreatif
- 09 Jul 2026 07:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB menggelar Pelatihan Manajemen Wirausaha Muda bertema "Manajemen Usaha, Strategi dan Pengembangan Bisnis Pemuda" di Hotel Lombok Garden Mataram, Rabu 8 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan pengurus Pemuda NW se-NTB dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UMKM NTB serta Founder Morikai yang juga Ketua DPP Eksportir Muda Indonesia Timur, Erwin Irawan.
Pelatihan ini bertujuan membekali kader Pemuda NW dengan kemampuan manajerial dan strategi bisnis yang sesuai dengan tantangan ekonomi saat ini. Materi yang diberikan meliputi perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran digital, hingga pengembangan jejaring bisnis untuk mendukung kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola kalangan pemuda.
Ketua PW Pemuda NW NTB, Hasanah Efendi, mengatakan pemuda harus berani mengambil peran sebagai penggerak ekonomi daerah, tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kewirausahaan. "Melalui pelatihan ini kami ingin melahirkan wirausaha muda yang mandiri, kreatif, dan mampu mengembangkan bisnis berbasis potensi lokal NTB," ujarnya.
Menurut Hasanah, pelatihan tersebut juga menjadi sarana memperkuat konsolidasi organisasi di bidang ekonomi. Ia berharap kegiatan tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan dan implementasi rencana bisnis bagi para peserta di daerah masing-masing.
"Kami akan menindaklanjuti hasil pelatihan ini dengan praktik langsung bersama Dinas Koperasi dan UMKM NTB. Peserta akan dibagi dalam beberapa klaster sesuai bidang keterampilan dan usaha sehingga hasilnya lebih terarah dan dapat diterapkan," katanya.
Ia menambahkan, ke depan PW Pemuda NW NTB akan terus mengembangkan program serupa dengan melibatkan pemerintah, perbankan, koperasi, dan pelaku usaha. Hal ini agar peserta memperoleh akses permodalan, pendampingan, serta perluasan pasar.
Sementara itu, Ketua BAZNAS NTB Dr. L. Muhammad Iqbal melalui Wakil Ketua II, H. Zulkipli, menegaskan bahwa pelatihan kewirausahaan harus diikuti dengan pendampingan agar memberikan dampak nyata dan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. "Jika teman-teman ingin memulai bisnis, maka mulailah dari kegiatan usaha yang tidak jauh dari aktivitas pokok sehari-hari. Misalnya di lingkungan Pemuda NW yang banyak bergerak di bidang pendidikan, maka kembangkan usaha yang memang dibutuhkan masyarakat pondok atau madrasah," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami regulasi sebelum memulai usaha. Menurutnya, peluang bisnis yang memiliki dukungan regulasi akan lebih berpotensi berkembang dan berkelanjutan.
"Kita harus peka membaca peluang. Jangan berbisnis asal-asalan, karena tentu akan sulit mencapai kesuksesan. Bangun usaha yang memiliki prospek dan didukung regulasi yang jelas," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....