SMK PP Negeri Mataram Gandeng Desa Bilebante Cetak SDM Pertanian Modern
- 04 Agt 2026 14:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – SMK Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Mataram menjalin kerja sama dengan Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, untuk memperkuat pendidikan vokasi sekaligus mendukung pengembangan desa wisata berbasis pertanian. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang turut disaksikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah.
Kepala SMK PP Negeri Mataram, Sugiarta, M.Pd mengatakan, kerja sama itu bertujuan menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga lulusan memiliki kompetensi yang siap diterapkan di lapangan.
"Kerja sama ini mencakup penyelarasan kurikulum berbasis industri, praktik kerja lapangan selama enam bulan bagi siswa, magang guru, menghadirkan guru tamu dari pelaku usaha, hingga pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi," ujarnya, usai penandatanganan MoU di Desa Bilebante, Selasa 4 Agustus 2026.
Selain itu, kedua pihak juga akan mengembangkan program pelatihan peningkatan keterampilan (upskilling), pengembangan teaching factory, kelas industri, serta pembinaan kewirausahaan bagi siswa dan masyarakat.
Menurut Sugiarta, Desa Bilebante dipilih karena memiliki potensi besar sebagai desa wisata yang mengembangkan sektor pertanian hijau dan pengolahan hasil pertanian. Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan kompetensi yang dikembangkan SMK PP Negeri Mataram.
"Harapan kami, lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menjadi wirausaha muda di bidang pertanian. Mereka terbiasa bekerja di desa dan setelah lulus dapat membangun UMKM baru berbasis potensi lokal," katanya.
Ia mengungkapkan, implementasi kerja sama sebenarnya telah dimulai sebelum penandatanganan MoU. Sejumlah siswa sudah ditempatkan untuk menjalani praktik kerja lapangan di Desa Bilebante sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.
Ke depan, lokasi tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan pengembangan pembibitan, peternakan, perikanan, hingga pengolahan hasil pertanian yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah menilai kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi regenerasi petani sekaligus menjawab tantangan modernisasi sektor pertanian.
Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dan kemampuan berwirausaha.
"Pertanian sekarang sudah mengarah pada modernisasi. Kalau transformasi ini tidak dimulai dari lembaga pendidikan, akan sulit. Karena itu kami mendorong sekolah seperti SMK PP untuk menjadi motor lahirnya petani-petani muda yang berkualitas," ujarnya.
Mirza mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian di daerah.
Ia menambahkan, perkembangan sektor pertanian NTB yang dinilai menjanjikan telah menarik perhatian sejumlah perguruan tinggi di luar daerah untuk menjalin kemitraan. Peluang tersebut akan dimanfaatkan agar lulusan SMK PP memiliki akses lebih luas untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
"Melalui kolaborasi seperti ini, anak-anak memiliki bekal praktik sejak di bangku sekolah. Setelah lulus mereka tidak hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri di sektor agribisnis," kata Mirza.
Kerja sama antara SMK PP Negeri Mataram dan Desa Wisata Bilebante diharapkan menjadi model sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi pertanian modern sekaligus memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....