Hallo RRI: Warga Keluhkan Kematian Mendadak Sapi di Lombok Timur
- 22 Sep 2026 14:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram– Kematian mendadak ternak sapi milik warga di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur, menjadi perhatian dalam program Hallo RRI edisi Selasa (22/9/2026). Warga mengeluhkan banyaknya sapi yang mati secara mendadak dan mempertanyakan penyebab penyakit yang menyerang ternak mereka.
Dalam Acara Hallo RRI itu warga menyampaikan kekhawatiran bahwa kematian ternak diduga disebabkan oleh virus tertentu. Selain merugikan peternak, masyarakat juga mempertanyakan kemungkinan dampaknya terhadap kesehatan manusia serta keamanan mengonsumsi daging sapi yang diduga terpapar penyakit.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, drh. Hultatang, menegaskan bahwa penyebab kematian ternak belum dapat dipastikan sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Menurutnya, dugaan bahwa kematian sapi disebabkan oleh Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih perlu dibuktikan melalui pengambilan sampel dan uji laboratorium. Ia menjelaskan PMK memiliki berbagai serotipe, sementara yang banyak ditemukan di Indonesia adalah serotipe O.
"Kita tidak bisa langsung menyimpulkan penyebab kematian ternak adalah PMK. Harus ada pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis penyakit yang menyerang," jelasnya.
Ia mengatakan saat ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur terus melakukan vaksinasi dan edukasi kepada para peternak sebagai langkah pencegahan penyebaran PMK. Edukasi dinilai penting karena masih banyak peternak yang enggan melakukan vaksinasi ulang ketika ternaknya terlihat sehat.
Menurut Hultatang, vaksinasi idealnya dilakukan setiap enam bulan sekali agar antibodi ternak tetap terjaga. Jika vaksinasi tidak dilakukan secara berkala, antibodi hewan dapat menurun sehingga meningkatkan risiko terserang penyakit.
Ia menjelaskan gejala PMK umumnya ditandai dengan keluarnya air liur berlebihan, mulut berbusa, luka pada rongga mulut, serta penurunan kondisi fisik ternak. Meski tingkat kesakitan akibat PMK dapat mencapai 95 hingga 99 persen, angka kematiannya relatif rendah, yakni sekitar 1 hingga 5 persen.
"Yang paling besar dampaknya adalah kerugian ekonomi peternak. Bobot sapi bisa turun puluhan kilogram saat sakit sehingga nilai jualnya ikut menurun," ujarnya.
Selain persoalan kematian ternak, warga yang menghubungi Hallo RRI juga mengeluhkan meningkatnya kasus flu, batuk, pilek, dan radang tenggorokan yang diduga dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Keluhan lain yang disampaikan pendengar terkait berkurangnya pasokan air bersih dari PDAM di sejumlah wilayah, termasuk Ampenan, Kota Mataram, dan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Berkurangnya debit air pada musim kemarau disebut menjadi penyebab terganggunya distribusi air bersih kepada pelanggan.
Sementara itu, seorang warga Lombok Utara mengeluhkan kondisi transportasi umum yang dinilai kurang nyaman karena kendaraan sering dipenuhi barang bawaan penumpang sehingga mengurangi kenyamanan selama perjalanan.
Berbagai keluhan masyarakat tersebut menjadi perhatian dalam program Hallo RRI sebagai wadah penyampaian aspirasi warga kepada instansi terkait guna memperoleh penjelasan dan tindak lanjut yang diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....