Tepung Singkong untuk Padamkan Api, Fakta atau Mitos?
- 19 Sep 2026 15:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Ketika mendengar tepung singkong, yang terbayang biasanya adalah bahan untuk membuat berbagai jenis makanan. Namun, bahan yang berasal dari singkong ini ternyata juga dapat dikaitkan dengan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lantas, bagaimana tepung singkong dapat dimanfaatkan dalam penanganan kebakaran dan benarkah bahan ini bisa membantu memadamkan api?
Dilansir dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), bahan berbasis tepung singkong telah diuji sebagai salah satu inovasi untuk membantu pemadaman kebakaran hutan. Pengembangan ini menarik perhatian karena menawarkan kemungkinan pemanfaatan bahan lokal sebagai bagian dari upaya menangani karhutla. Meski demikian, pengembangan teknologi tersebut tetap membutuhkan pengujian untuk memastikan efektivitas dan penerapannya di lapangan.
| Baca juga: 10 Manfaat Daun Pepaya Jepang bagi Kesehatan |
Hal yang perlu dipahami, istilah tepung singkong dalam inovasi tersebut tidak berarti tepung yang biasa digunakan di dapur bisa langsung ditaburkan ke kobaran api. Bahan berbasis pati singkong masih dikaji untuk mengetahui efektivitas, keamanan, formulasi, serta cara penggunaannya. Tepung atau pati dalam bentuk serbuk juga memiliki karakter mudah terbakar dalam kondisi tertentu sehingga tidak tepat digunakan sembarangan sebagai pengganti air maupun alat pemadam api ringan (APAR).
Berdasarkan laman Program Studi S3 (Doktor) Pendidikan Sains di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjelaskan, potensi singkong sebagai bahan pemadam berkaitan dengan kandungan pati yang dapat diolah bersama air atau material tertentu hingga menghasilkan karakter seperti gel. Material semacam ini berpotensi mempertahankan air lebih lama pada area yang terbakar sehingga proses pendinginan dapat berlangsung lebih lama. Namun, teknologi tersebut masih membutuhkan penelitian untuk mengetahui formulasi yang tepat, termasuk efektivitasnya terhadap kebakaran gambut.
Penelitian di IPB University juga memberikan gambaran menarik. Berdasarkan penelitian “Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong sebagai Komplementer Dry Chemical Powder APAR”, bubuk kulit singkong diuji sebagai campuran bahan pemadam. Komposisi dua bagian bubuk kulit singkong dan satu bagian dry chemical powder mampu memadamkan api dalam waktu 15 detik. Hasil tersebut menunjukkan potensi bahan singkong, tetapi bukan berarti bubuk kulit singkong murni dapat menggantikan bahan pemadam standar.
Jadi, tepung singkong untuk memadamkan api bukan sekadar mitos, tetapi juga tidak berarti tepung singkong biasa dapat digunakan begitu saja untuk memadamkan kebakaran. Potensinya justru berada pada pengembangan material dan formulasi tertentu yang dirancang untuk membantu proses pemadaman.
Untuk kebakaran rumah atau kondisi darurat, masyarakat tetap perlu menggunakan alat pemadam yang sesuai dan tidak mencoba bahan yang belum teruji. Sementara untuk karhutla, inovasi berbasis singkong masih perlu melalui penelitian dan pengujian lebih luas sebelum digunakan sebagai metode pemadaman. Menurut kamu, apakah inovasi berbahan singkong ini bisa menjadi alternatif dalam membantu penanganan karhutla? (RRI/Aldi W)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....