Tembus 7,45 Juta! Turis Asing ke Indonesia Cetak Rekor Tertinggi sejak 2020

  • 09 Agt 2026 20:38 WIB
  •  Manokwari
Poin Utama
  • Kunjungan wisman Januari–Juni 2026 mencapai 7,45 juta.
  • Angka tersebut naik 5,71 persen dibandingkan semester I 2025.
  • Capaian Januari–Juni 2026 menjadi yang tertinggi sejak 2020.

RRI.CO.ID, Manokwari - Indonesia kembali mencatat kabar positif dari sektor pariwisata pada paruh pertama 2026. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman sepanjang Januari hingga Juni mencapai 7,45 juta kunjungan, meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi capaian kunjungan wisman untuk periode Januari–Juni tertinggi sejak 2020.

Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Kinerja tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak awal tahun ketika kunjungan wisman terus menunjukkan pertumbuhan. Pada Januari 2026, misalnya, jumlah kunjungan mencapai 1,01 juta dan meningkat 1,11 persen secara tahunan, sedangkan Februari mencapai 1,16 juta atau naik 13,37 persen dibandingkan Februari 2025. Memasuki Maret, kunjungan kembali mencapai 1,09 juta dengan pertumbuhan tahunan 10,50 persen.

Tren positif itu berlanjut pada April dan Mei dengan masing-masing sekitar 1,25 juta dan 1,38 juta kunjungan. BPS mencatat kunjungan pada April tumbuh 7,22 persen secara tahunan, sementara Mei meningkat 5,83 persen dibandingkan bulan yang sama pada 2025. Pada Juni, jumlahnya mencapai 1.386.575 kunjungan atau naik 2,15 persen secara tahunan dan 0,32 persen dibandingkan Mei.

Dari sisi asal wisatawan, sejumlah negara tetangga masih menjadi pasar penting bagi pariwisata Indonesia. Pada Juni 2026, wisatawan asal Malaysia menjadi yang terbanyak dengan sekitar 386.840 kunjungan, disusul Australia dan Singapura. Bali tetap menjadi pintu masuk utama, dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat sekitar 604.962 kunjungan wisman pada bulan tersebut.

Lonjakan jumlah wisatawan asing tentu menjadi angin segar bagi berbagai sektor yang bergantung pada aktivitas pariwisata. Hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM berpotensi ikut merasakan perputaran ekonomi dari meningkatnya kedatangan wisatawan. Namun, tantangannya bukan sekadar mendatangkan lebih banyak turis, melainkan juga mendorong mereka tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak selama berada di Indonesia.

Dengan capaian 7,45 juta kunjungan dalam enam bulan, Indonesia punya modal kuat untuk melanjutkan momentum pariwisata hingga akhir 2026. Pemerataan kunjungan ke berbagai destinasi di luar Bali juga menjadi pekerjaan penting agar pertumbuhan wisatawan asing memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah dan masyarakat. Kalau tren ini terus terjaga, tahun 2026 berpotensi menjadi salah satu periode penting dalam pemulihan dan penguatan kembali pariwisata Indonesia setelah pandemi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....