Pengampunan Jadi Kekuatan Hidup Orang Percaya

  • 30 Sep 2026 19:42 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Graha Imanuel Manokwari diajak memahami pengampunan bukan sekadar perkataan, tetapi tindakan nyata. Pesan tersebut disampaikan Pdt. Ramses Situmorang dalam Ibadah Raya I JKI Graha Imanuel, Minggu 27 September 2026.

Khotbah tersebut mengangkat tema “Membangun Hidup di Atas Pengampunan” yang menjadi tema pelayanan jemaat sepanjang September.

Merujuk Lukas 23:34 dan Lukas 17:3, Pdt. Ramses mengatakan manusia tidak mampu mengampuni hanya dengan kekuatannya sendiri. Menurutnya, kuasa pengampunan merupakan bagian dari karya Tuhan yang memungkinkan seseorang melepaskan keinginan membalas kejahatan.

“Pengampunan itu adalah ketika kita melepaskan hak pribadi kita untuk membalas kejahatan,” ujar Ramses.

Ia menjelaskan, sikap Yesus ketika berada di kayu salib menjadi gambaran utama tentang kuasa pengampunan. Ketika penderitaan masih berlangsung, Yesus tetap berdoa agar Bapa mengampuni orang-orang yang melakukan kejahatan terhadap-Nya.

Menurut Ramses, mengampuni bukan berarti membenarkan kejahatan ataupun mengabaikan kesalahan yang dilakukan seseorang. Pengampunan berarti menyerahkan hak pembalasan kepada Tuhan dan memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Ia juga mengajak jemaat melihat kisah Stefanus yang tetap memberikan pengampunan ketika mengalami penganiayaan. Menurutnya, sikap tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang membuka jalan bagi pertobatan Saulus yang kemudian dikenal sebagai Paulus.

“Kuasa pengampunan adalah kuasa Tuhan. Manusia tidak sanggup mengampuni, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil,” kata Ramses.

Ramses mengatakan pengalaman menghadapi perlakuan tidak adil, fitnah, maupun penderitaan dapat menjadi ruang bagi orang percaya untuk menyatakan kuasa pengampunan. Ia mengajak jemaat mulai melatih pengampunan melalui orang-orang terdekat dan berbagai situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap jemaat tidak hanya memahami pengampunan sebagai ajaran iman, tetapi mampu menerapkannya secara nyata dengan melepaskan dendam, mendoakan orang yang berbuat salah, dan membangun kehidupan yang mencerminkan kasih Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....