RRI sebagai Ruang Ekspresi Generasi Muda

  • 07 Sep 2026 19:27 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- RRI Manokwari melalui program Spada Spesial HUT RRI ke-81 menghadirkan ruang diskusi publik yang menyoroti pentingnya peran Radio Republik Indonesia dalam merangkul potensi pemuda daerah. Melalui siaran langsung di Facebook Live pada Senin, 7 September 2026, program ini menghadirkan mantan penyiar sekaligus pendidik, Zulfikar Muis, S.Pd.Gr., bersama presenter Justy untuk mengupas tuntas tema "RRI sebagai Ruang Ekspresi Generasi Muda".

Momentum hari jadi RRI ini menjadi pijakan penting untuk mempertegas kembali komitmen stasiun radio nasional dalam beradaptasi dengan kebutuhan generasi digital, khususnya di wilayah Manokwari dan sekitarnya.

Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI Pro 2 terus bertransformasi menjadi sarana edukasi sekaligus panggung kreatif yang inklusif bagi anak muda untuk menyalurkan bakat, pemikiran, dan aspirasi positif mereka. Kehadiran platform multimedia seperti aplikasi digital dan siaran streaming terintegrasi membuktikan bahwa RRI tidak lagi sekadar media audio konvensional, melainkan ekosistem modern yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menjadi seorang penyiar radio sering kali dilihat sebagai profesi yang menyenangkan dan penuh keseruan. Di balik mikrofon RRI Pro 2 Manokwari, Zulfikar Muis, S.Pd.Gr.—atau yang akrab disapa Vikar—telah melewati dinamika panjang yang penuh warna. Sebelum mendedikasikan dirinya sebagai seorang guru dan pendidik, Vikar mengawali rekam jejaknya di dunia penyiaran sebagai "Teman Terbaik Kamu" bagi generasi muda di Manokwari.

Pengalaman ini membentuk karakter, mental, dan cara berkomunikasinya yang kini sangat berguna di dunia pendidikan.Suka menjadi penyiar di RRI Pro 2 dirasakan Vikar lewat kedekatan yang terjalin dengan para pendengar setianya. Radio anak muda ini memberikan kebebasan kreatif yang luas untuk merancang program, memutarkan musik hit, hingga berinteraksi langsung dengan audiens dari berbagai latar belakang. Kepuasan terbesar seorang Vikar adalah ketika informasi, edukasi, atau sekadar hiburan yang ia sampaikan di udara mampu menyemangati hari-hari para remaja di Manokwari, serta memberikan dampak positif bagi komunitas lokal.Namun, dunia penyiaran tentu tidak luput dari duka dan tantangan tersendiri. Menjaga konsistensi suara dan energi agar tetap prima di depan mikrofon, meski suasana hati sedang tidak baik, menjadi tuntutan profesionalisme yang wajib dipenuhi. Belum lagi tantangan teknis saat siaran langsung atau tuntutan untuk selalu cepat tanggap dalam menyampaikan informasi terkini secara akurat.

Pengalaman mengatasi kepanikan di ruang siaran inilah yang melatih Vikar menjadi pribadi yang tenang dan adaptif dalam menghadapi situasi darurat.Kini, meski statusnya telah menjadi mantan penyiar dan beralih profesi menjadi seorang guru, ikatan emosional Vikar dengan RRI tidak pernah putus. Pemikiran dan pengalamannya kembali dibagikan dalam program Spada Spesial HUT RRI ke-81 bertajuk "RRI sebagai Ruang Ekspresi Generasi Muda". Bagi Vikar, pengalaman bekerja di RRI bukan sekadar profesi masa lalu, melainkan fondasi penting yang mengajarkannya bahwa komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menginspirasi, baik di depan mikrofon radio maupun di depan kelas di hadapan para muridnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....