Sekolah Bangun Kepercayaan Diri Perempuan Menjadi Pemimpin Bangsa

  • 20 Jul 2026 21:18 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pendidikan kepemimpinan tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga lewat pengalaman berorganisasi dan praktik berdemokrasi di lingkungan sekolah. Pendekatan tersebut diterapkan untuk membentuk generasi muda yang percaya diri, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam pengambilan keputusan di masa depan.

Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda Patricia Mandobar, mengatakan sekolah memberikan kesempatan yang sama kepada siswa laki-laki maupun perempuan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan memimpin. Menurutnya, seluruh peserta didik memiliki hak yang setara untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan kapasitas diri.

“Apa yang kami lakukan di sekolah, bahwa setiap anak perempuan harus berpendidikan, sekolah setinggi-tingginya yang kamu bisa. Perempuan punya hak yang sama dengan laki-laki. Buat kami di sekolah, kami memberikan ruang yang sama untuk anak laki-laki dan anak perempuan, karena semua anak bagi kami mereka luar biasa,” ujar Lucinda, Senin, 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan, salah satu wadah yang dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan jiwa kepemimpinan adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Melalui organisasi tersebut, para siswa dilatih memahami proses demokrasi, mulai dari menyusun program kerja, menyampaikan gagasan, hingga mempertanggungjawabkan kepemimpinan yang dijalankan.

Menurut Lucinda, setiap tahun sekolah menggelar mekanisme pemilihan pengurus OSIS yang dirancang menyerupai proses pemilihan umum. Para calon ketua OSIS diberikan kesempatan menyampaikan visi dan misi di hadapan seluruh siswa, kemudian mengikuti pemungutan suara secara langsung menggunakan surat suara hingga pencelupan tinta sebagai simbol partisipasi demokrasi.

“Kami ajarkan bagaimana cara menyampaikan pendapat, berargumentasi, lalu mereka berorasi menyampaikan visi dan misi. Setelah itu kami buat pemilihan umum seperti pemilu yang diikuti orang dewasa. Ada pencoblosan dan tanda tinta. Tanpa sadar kami sedang mengajarkan bahwa ini adalah hak mereka sebagai warga negara untuk dipilih dan memilih,” katanya.

Tak hanya memahami proses pemilihan, siswa juga dibimbing untuk menerima hasil demokrasi dengan sikap yang dewasa. Lucinda menuturkan bahwa sekolah menanamkan nilai sportivitas kepada seluruh peserta didik, baik bagi mereka yang memperoleh kemenangan maupun yang belum berhasil dalam kontestasi kepemimpinan.

Ia menambahkan, praktik demokrasi yang diterapkan di lingkungan sekolah diharapkan menjadi bekal nyata bagi para siswa ketika terjun ke masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut melengkapi materi yang dipelajari di kelas, seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, sosiologi, maupun ilmu sosial lainnya, sehingga siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga merasakan praktik berdemokrasi secara langsung.

Lucinda berharap semakin banyak lulusan SMA Negeri 1 Manokwari, khususnya perempuan, yang kelak berkiprah sebagai pemimpin di berbagai sektor, termasuk lembaga legislatif. Menurutnya, pendidikan yang membangun karakter, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan sejak dini akan melahirkan perempuan-perempuan yang siap berkontribusi dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan daerah maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....