Membangun Ruang Aman untuk Masa Depan Anak Papua Barat

  • 21 Agt 2026 19:16 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Keberanian menyampaikan pendapat dan menghasilkan karya dinilai menjadi modal penting bagi anak dan remaja untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah. Generasi muda tidak hanya didorong menjadi penerima kebijakan, tetapi juga ikut menyampaikan gagasan berdasarkan pengalaman dan kebutuhan mereka. Hal ini disampaikan oleh Fasilitator Anak Provinsi Papua Barat, Kezia Indah Kasih Sasea, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia mengajak anak dan remaja di Manokwari untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, suara anak dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan generasi muda.

Ia mengatakan kepercayaan diri perlu dibangun sejak dini karena keberanian menyampaikan aspirasi dapat membuka ruang dialog antara anak dan pemerintah. Melalui partisipasi tersebut, anak memiliki kesempatan untuk menyampaikan persoalan sekaligus menawarkan gagasan.

“Jangan ragu atau jangan tidak percaya diri untuk memberikan suara anak kalian, karena dari suara anak kalian itu pemerintah dapat mendengarkan,” ujar Kezia.

Selain menyampaikan aspirasi, ia mendorong generasi muda untuk terus menghasilkan karya sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Karya tersebut dapat berupa aktivitas seni, olahraga, konten digital maupun kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

Menurut Kezia, proses berkarya juga dapat menjadi sarana membangun keberanian dan kepercayaan diri. Anak yang terbiasa menunjukkan kemampuannya akan memiliki pengalaman untuk berkomunikasi dengan masyarakat maupun pihak pemerintah.

Ia mengingatkan agar anak tidak mudah berhenti ketika menghadapi kegagalan atau kritik. Kemauan untuk terus mencoba dan mengembangkan kemampuan menjadi bagian penting dalam perjalanan anak untuk menemukan potensi dirinya.

“Jangan berhenti untuk berkarya, karena mulai dari karya kita, kemudian dari kepercayaan diri dan keberanian kita, itu akan menjadi suatu hal yang ditunjukkan kepada pemerintah agar pemerintah memberikan ruang aman yang lebih baik,” jelasnya.

Kezia berharap semakin banyak anak dan remaja di Papua Barat berani menyuarakan aspirasi sekaligus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pembangunan. Menurutnya, keberanian anak untuk bersuara dan berkarya dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang aktif, kreatif dan percaya diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....