Erik Kindewara Ajak Generasi Muda Papua Rawat Identitas Budaya lewat Tari
- 19 Agt 2026 20:39 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari - Pelestarian budaya Papua di tengah derasnya perkembangan zaman menjadi perhatian pencipta Tari Perdamaian dari Suku Arfak dan Tari Pangkur Sagu, Erikxon Frits Kindewara. Ia mendorong generasi muda Papua menjadikan seni, khususnya tari, sebagai sarana untuk mempertahankan identitas budaya daerah.
Erik mengatakan perkembangan teknologi dan budaya modern membawa perubahan terhadap kehidupan generasi muda. Kondisi tersebut menurutnya perlu diimbangi dengan kecintaan terhadap budaya lokal agar nilai-nilai dan identitas Papua tidak semakin tergerus.
“Motivasi saya untuk melestarikan budaya Papua, khususnya di bidang seni tari, seperti tari Yospan, tari tradisional dan tari kreasi Papua,” kata Erik, Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, proses penciptaan dan pengembangan karya bersama Tari Melanesia telah dimulai sejak 2022. Sejumlah karya kemudian terus dikembangkan dengan mengangkat nilai, kehidupan dan kekayaan budaya Papua.
Upaya tersebut juga mendapat apresiasi dari Kementerian Hukum melalui penghargaan terhadap karya seni yang dihasilkan. Erik menyebut hingga kini telah menerima lima penghargaan dari Kementerian Hukum, dengan dua penghargaan diterima dalam kesempatan terbaru dan tiga penghargaan sebelumnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap karya seni, tetapi juga memberikan dorongan untuk terus menciptakan karya yang membawa pesan pelestarian budaya.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya dan menjaga seni budaya Papua agar tetap hidup di tengah perkembangan era modern,” ujarnya.
Erik menilai seni tari memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya Papua kepada generasi muda. Melalui karya tari, nilai-nilai budaya dapat dikemas secara kreatif sehingga lebih mudah diterima dan dipelajari oleh generasi penerus.
Karena itu, ia mengajak anak-anak muda Papua tidak sekadar mengikuti perkembangan budaya modern, tetapi juga aktif mengenal, mempelajari dan mengembangkan budaya daerah.
“Saya berharap anak-anak Papua, mari tong sama-sama jaga dan lestarikan budaya Papua sebagai jati diri bangsa, agar budaya kita tidak punah di era modern saat ini,” ucapnya.
Ia menegaskan, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki posisi penting karena keberlangsungan seni dan budaya Papua ke depan sangat bergantung pada kemauan mereka untuk menjaga serta mengembangkan warisan budaya tersebut.
Erik juga menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kementerian Hukum Papua Barat yang telah memberikan pelayanan dan penghargaan terhadap karya-karya seni yang dihasilkan.
“Terima kasih kepada Kanwil Kemenkum Papua Barat yang sudah memberikan pelayanan terbaik dan penghargaan atas karya yang kami hasilkan,” katanya.
Ia berharap dukungan terhadap para pelaku seni di Papua terus diperkuat. Dengan adanya ruang berkarya dan apresiasi yang berkelanjutan, semakin banyak anak muda diharapkan berani menciptakan karya yang mengangkat budaya Papua.
Bagi Erik, seni bukan hanya ruang untuk berkreativitas, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menjaga identitas. Melalui karya tari, ia ingin memastikan kekayaan budaya Papua tetap hidup, dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....