Joko Lingara: Pakuwojo Harus Buang Ego Organisasi, Perkuat Silaturahmi
- 14 Agt 2026 19:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengesampingkan ego organisasi dan memperkuat silaturahmi sebagai modal utama menjaga kerukunan di tanah rantau. Pesan itu disampaikannya saat membuka rangkaian kegiatan Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemuda Paguyuban Keluarga Wong Jowo (Pakuwojo) Teluk Bintuni, Rabu 12 Agustus 2026 malam.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan turnamen bulu tangkis yang diikuti 48 peserta dari berbagai kalangan. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari keluarga besar Pakuwojo, tetapi juga dari berbagai komunitas dan suku yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni.
Dalam sambutannya, Joko Lingara memberikan apresiasi kepada panitia dan Pemuda Pakuwojo yang dinilainya mampu menghadirkan kegiatan sederhana namun memiliki makna besar dalam mempererat hubungan antarwarga.
“Ini ide dan gagasan yang sangat luar biasa untuk mempersatukan keluarga Pakuwojo. Perbedaan pendapat, ide, dan gagasan adalah hal yang biasa, tetapi hubungan silaturahmi harus tetap dijaga,” ujar Joko.
Menurutnya, kehidupan bermasyarakat sering kali diwarnai perbedaan pandangan. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan persaudaraan, terlebih bagi masyarakat yang hidup bersama di tanah rantau.
“Yang paling penting adalah bagaimana hubungan persaudaraan tetap terjaga. Kalau ada ego pribadi atau ego organisasi, itu harus dilepaskan. Jangan merasa diri paling hebat, karena yang paling hebat adalah Tuhan. Ketika kita mengalami kesulitan, keluarga terdekat yang pertama membantu sering kali adalah tetangga dan orang-orang di sekitar kita,” katanya.
Joko menilai kerukunan hanya bisa terwujud jika setiap pihak mau membuka ruang dialog dan mengutamakan musyawarah dibanding emosi. Ia mencontohkan sejumlah tokoh organisasi yang mampu menjadi panutan karena mengedepankan kebersamaan dibanding kepentingan pribadi.
“Kalau ingin kerukunan berjalan baik, lepaskan ego dan satukan visi serta misi. Merencanakan sesuatu jangan dengan emosi, tetapi dengan diskusi dan silaturahmi. Dari situlah lahir ide dan gagasan yang baik,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa dalam perjalanan sebuah organisasi, perbedaan pendapat kerap menimbulkan gesekan. Karena itu, kegiatan kebersamaan seperti turnamen olahraga dinilai menjadi sarana efektif untuk memperbaiki hubungan dan mempererat kembali tali persaudaraan.
“Kerukunan bisa retak kalau ego lebih dikedepankan. Mudah-mudahan melalui kegiatan seperti ini hubungan yang sempat renggang bisa kembali erat dan semua berjalan dengan baik,” katanya.
Bagi Joko, turnamen bulu tangkis yang digelar bukan sekadar ajang mencari pemenang. Lebih dari itu, olahraga menjadi media yang mampu mendekatkan orang-orang yang selama ini jarang bertemu.
“Main bulu tangkis ini sebenarnya untuk saling menghibur dan mempererat hubungan. Dari pertandingan ini yang saya lihat bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjadi lebih dekat sebagai keluarga dan saudara,” ujarnya.
Wakil Bupati menegaskan, semangat kebersamaan yang ditunjukkan Pakuwojo sejalan dengan nilai persatuan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat sebagai ruang memperkuat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta merawat persaudaraan di Kabupaten Teluk Bintuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....