Nela Masyewi Lansia Delapan Anak Menjadi Juara Lari Kemerdekaan di Bintuni
- 13 Agt 2026 12:06 WIB
- Manokwari
Pagi itu Kamis, 13 Agustus udara di ruas jalan SP 4 menuju SP 5, Kabupaten Teluk Bintuni masih terasa sejuk. Namun semangat para peserta lomba lari dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sudah membara. Di antara ratusan peserta yang berlari menempuh jarak 7 kilometer, ada sosok perempuan sederhana yang mencuri perhatian.
Dengan sepatu seadanya dan tanpa persiapan khusus, Petronela Masyewi perempuan berusia 51 tahun, melangkah mantap meninggalkan garis start. Warga asli suku Wamesa Teluk Bintuni itu tak banyak bicara. Ia hanya fokus menatap jalur menuju garis finis di Gelanggang Argosigemerai SP 5.
Siapa sangka, perempuan yang akrab disapa Nela itu akhirnya menjadi yang tercepat dan meraih juara pertama kategori lansia putri. Padahal, sehari sebelum lomba digelar, ia baru mendaftarkan diri sebagai peserta. Tidak ada latihan khusus, tidak ada program kebugaran yang dipersiapkan. Bahkan sarapan yang disantapnya pagi itu pun sama seperti hari-hari biasa.
“Tidak ada persiapan sama sekali. Tadi pagi sarapan biasa saja,” ujar Nela sambil tersenyum usai menerima ucapan selamat dari keluarga.
Kemenangan itu bukanlah yang pertama bagi ibu delapan anak tersebut. Setahun lalu, pada lomba lari kemerdekaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Nela juga berhasil berdiri di podium tertinggi.
Namun bagi Nela, kemenangan kali ini terasa berbeda. Ia seperti sedang menghidupkan kembali mimpi lama yang pernah tertinggal puluhan tahun silam.
Sejak kecil, Nela memang dikenal gemar berlari. Saat masih bersekolah di SMP Negeri 1 Teluk Bintuni, ia kerap menjadi juara dalam berbagai perlombaan atletik. Bakatnya sudah terlihat sejak usia muda.
Sayangnya, perjalanan hidup membawanya ke arah berbeda. Saat duduk di bangku SMA, ia harus menghentikan pendidikan dan memilih menikah. Sejak saat itu, mimpi menjadi atlet perlahan terkubur oleh kesibukan mengurus keluarga dan membesarkan anak-anaknya.
Namun semangat itu ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Kabar adanya lomba lari kemerdekaan kembali membangkitkan kenangan masa mudanya. Dengan tekad kuat, ia meminta bantuan adiknya untuk mendaftarkan diri sebagai peserta.
Adik laki-lakinya, Roy Masyewi, yang kini menjabat anggota DPRK Teluk Bintuni, mengaku terharu melihat sang kakak kembali turun ke lintasan.
"Dari dulu kakak saya memang senang ikut lomba lari. Waktu masih sekolah sering juara satu. Ketika mendengar informasi lomba ini, dia langsung bilang ingin ikut dan meminta saya menghubungi panitia untuk mendaftar,” kata Roy.
Awalnya Roy sempat ragu. Usia yang tidak lagi muda membuatnya bertanya apakah sang kakak masih sanggup menempuh jarak tujuh kilometer. Namun jawaban Nela begitu sederhana.
“Masih kuat,” kenang Roy menirukan ucapan kakaknya.
Malam sebelum perlombaan, Roy berusaha menghubungi panitia agar kakaknya bisa mendapatkan nomor peserta. Setelah proses pendaftaran berhasil, mereka pun datang ke lokasi lomba dengan harapan sederhana: menyelesaikan perlombaan dengan baik.
Harapan itu berubah menjadi kebanggaan ketika Nela kembali melintasi garis finis sebagai yang tercepat.
“Saya sendiri tidak percaya kakak bisa juara satu lagi. Puji Tuhan, beliau berhasil membuktikan bahwa semangatnya masih sama seperti dulu,” ujar Roy sambil meneteskan air mata haru.
Bagi sebagian orang, lomba lari itu mungkin hanya bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan. Namun bagi Nela, lintasan sepanjang tujuh kilometer tersebut adalah perjalanan kembali menuju impian masa kecil yang pernah tertunda.
Di usia 51 tahun, ia membuktikan bahwa semangat untuk berprestasi tidak mengenal batas usia. Langkah-langkahnya di jalanan Teluk Bintuni menjadi pengingat bahwa mimpi boleh saja tertunda, tetapi tidak harus berakhir.
Ketika bendera Merah Putih berkibar menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Petronela Masyewi telah memenangkan lebih dari sekadar perlombaan. Ia berhasil mengalahkan keraguan dan membuktikan bahwa semangat juang seorang pelari sejati tidak pernah pudar oleh waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....