Rektor UNCRI Ingatkan Sarjana Hukum Tetap Berintegritas dan Adaptif
- 11 Agt 2026 03:02 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Prof. Dr. Roberth K. R. Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA., meminta para sarjana hukum mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pesan tersebut disampaikan dalam Yudisium Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Manokwari.
Prof. Roberth mengatakan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan besar bagi lulusan perguruan tinggi, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi hal penting. Namun, ia mengingatkan para lulusan agar mampu menggunakan teknologi sebagai alat bantu dan tidak justru kehilangan kendali atas perkembangan teknologi.
“Anda harus bergaul dengan teknologi, terutama artificial intelligence. Anda harus bisa mengendalikan, bukan Anda yang dikendalikan oleh mesin,” ujar Prof. Roberth dalam sambutannya, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, teknologi memiliki keterbatasan karena tidak mempunyai rasa, kebijaksanaan, empati, maupun moralitas sebagaimana manusia. Karena itu, para sarjana hukum diminta tetap mengedepankan hati, moralitas, dan kepekaan sosial ketika menerapkan ilmu di tengah masyarakat.
“Kita boleh dengan keilmuan kita, tapi juga dengan hati dan moralitas. Itu yang penting,” katanya. Ia juga meminta para lulusan mempertahankan jati diri sebagai ilmuwan, memiliki tanggung jawab sosial, serta tidak mudah terbawa arus perkembangan zaman.
Prof. Roberth menekankan pentingnya kemandirian bagi para alumni dalam memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Ia mendorong lulusan untuk terus belajar karena ilmu pengetahuan, khususnya hukum, terus berkembang seiring perubahan peraturan perundang-undangan.
“Pakailah hukum sebagai instrumen untuk mencari keadilan. Keadilan itu tidak mudah, itu sulit, tetapi merupakan bagian tujuan akhir yang harus kita tuju,” ucapnya. Menurutnya, meskipun kesempurnaan keadilan sulit diwujudkan, upaya untuk memperbaikinya harus terus dilakukan dalam setiap aktivitas.
Selain menjadi pencari kerja, Rektor UNCRI berharap para alumni mampu menciptakan lapangan pekerjaan sesuai kompetensi dan pilihan profesinya. Ia meminta lulusan mengimplementasikan ilmu hukum secara benar dengan menjadikan moralitas dan etika sebagai landasan dalam menjalankan profesi.
“Hukum itu sebenarnya tidak sulit. Ukurannya ada pada moral dan implementasinya adalah etika, jadi yang harus dipegang adalah moralitas Anda,” kata Prof. Roberth.
Ia berpesan agar ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah digunakan untuk menghadirkan manfaat dan kebaikan bagi masyarakat. “Ilmu harus dipakai untuk cinta kasih, untuk menyenangkan orang lain, membuat orang senang dan membuat orang bersukacita,” ujarnya.
Prof. Roberth berharap para lulusan Fakultas Hukum UNCRI mampu menjadi sarjana yang mandiri, adaptif terhadap teknologi, menjunjung moralitas, serta menggunakan ilmu hukum untuk memperjuangkan keadilan. Dengan demikian, kehadiran mereka di tengah masyarakat tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi sesama
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....