Pembangunan Papua Perlu Diimbangi Penguatan Mental Spiritual Masyarakat

  • 06 Agt 2026 10:57 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pembangunan di Papua Barat dinilai perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter dan kehidupan spiritual masyarakat. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang memiliki nilai moral, etika, dan semangat kebersamaan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat, Bondan Santoso, pada pembukaan rangkaian peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua bertema Merajut Toleransi, Memperkokoh Harmoni, Mengabdi untuk Pembangunan Negeri di Manokwari megaskan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan manusia yang berkarakter.

Bondan mengatakan pembangunan mental dan spiritual harus menjadi perhatian bersama agar kemajuan Papua Barat tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari terbentuknya masyarakat yang berakhlak, toleran, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Menurutnya, pemerintah mengajak seluruh pengurus Majelis Ulama Indonesia, organisasi kemasyarakatan Islam, majelis taklim, serta berbagai elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Papua Barat. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menciptakan masyarakat yang mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

"Hubungan antarmanusia yang harmonis menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, semangat saling menghormati, saling membantu, dan mempererat persaudaraan perlu terus dipelihara di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk," tegasnya Rabu, 5 Agustus 2026.

Selain itu, Bondan menyampaikan bahwa peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua bukan hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan antarwarga dalam mendukung pembangunan Papua Barat.

Ia berharap semangat yang lahir dari peringatan tersebut dapat menjadi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi sesuai perannya masing-masing, sehingga pembangunan daerah berlangsung secara inklusif, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.

Bondan mengajak seluruh masyarakat menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun Papua Barat yang aman, damai, maju, dan sejahtera, dengan tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....