Kerukunan dan Nilai Agama Jadi Modal Wujudkan Papua Berkeadaban

  • 06 Agt 2026 11:04 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Agama dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan masyarakat Papua. Karena itu, seluruh lembaga keagamaan diharapkan tidak hanya berfokus pada pembinaan ibadah, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Fatwa dan Metodologi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Drs. H. Muhammad Ziyad, M.A., mengatakan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari peran agama.

Muhammad Ziyad menjelaskan, sejak awal agama hadir bukan hanya membawa ajaran spiritual, tetapi juga melahirkan peradaban yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Ia mencontohkan pembangunan Kota Madinah pada masa Rasulullah SAW yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga membangun masyarakat yang menjunjung keadilan, menghormati keberagaman, dan hidup dalam semangat kebersamaan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut relevan diterapkan dalam pembangunan Papua saat ini. Di tengah tantangan seperti kemiskinan, kesenjangan pembangunan, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, hingga pengaruh globalisasi, agama diharapkan menjadi sumber etika dan solusi bagi kehidupan masyarakat.

Muhammad Ziyad mengajak seluruh lembaga keagamaan untuk memperkuat perannya dalam mencetak generasi yang jujur, cerdas, sehat, toleran, mencintai ilmu pengetahuan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Rumah-rumah ibadah, menurutnya, harus menjadi pusat pembinaan karakter sekaligus penggerak perubahan sosial.

"Papua memiliki modal sosial yang kuat untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan harmonis. Semangat kebersamaan yang telah tumbuh di tengah keberagaman menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang," ujarnya pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia berharap seluruh potensi keagamaan dapat terus disinergikan untuk memperkuat persaudaraan, menjaga harmoni sosial, serta mendukung pembangunan Papua yang damai, adil, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....