Rumah Ibadah Didorong Jadi Pusat Pembinaan Generasi dan Pembangunan Papua

  • 06 Agt 2026 11:03 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pembangunan masyarakat di Papua Barat dinilai memerlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk lembaga keagamaan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Rumah ibadah pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat, Mulyadi Jaya, menyatakan lembaga keagamaan perlu mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan masyarakat.

Ia mengatakan sejarah panjang keberagaman agama di Papua Barat seharusnya menjadi modal sosial untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia menilai nilai-nilai agama perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Papua saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga kualitas sumber daya manusia. Karena itu, seluruh tokoh agama perlu mengambil bagian dalam membangun karakter masyarakat.

"Saya mengajak seluruh agama di Tanah Papua agar tidak hanya menjadi penjaga rumah ibadah, tetapi menjadi pelopor pembangunan masyarakat Papua. Masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya harus menjadi pusat lahirnya generasi yang jujur, cerdas, sehat, toleran, cinta ilmu pengetahuan, peduli lingkungan, serta mampu keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat," katanya Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menegaskan agama memiliki peran penting dalam membentuk etika, memperkuat kepedulian sosial, dan menanamkan semangat persaudaraan di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Mulyadi juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai moral dan spiritual. Tanpa landasan tersebut, kemajuan yang dicapai dikhawatirkan tidak mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Ia berharap seluruh pemuka agama, organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Papua Barat. Dengan menjadikan rumah ibadah sebagai pusat pembinaan karakter dan pemberdayaan masyarakat, Mulyadi optimistis Papua dapat melahirkan generasi yang berakhlak, toleran, serta mampu membawa daerah menuju masa depan yang lebih maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....