Pelabuhan Babo Dibangun Rp78 Miliar, Empat Jeti Ikut Dikerjakan
- 05 Agt 2026 14:05 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni resmi memulai pembangunan Pelabuhan Babo yang ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking), Rabu, 5 Agustus 2026. Proyek strategis ini akan menelan anggaran lebih dari Rp78 miliar dan diharapkan menjadi penggerak konektivitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Teluk Bintuni.
Selain pembangunan Pelabuhan Babo, kegiatan tersebut juga menandai dimulainya pembangunan empat jeti di Distrik Aroba, Arandai, Yakora, dan Kamundan. Acara dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII Dapil Papua Barat Alfons Manibuy, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Wakil Bupati Joko Lingara, serta Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Markus Sabarofek.
Prosesi ground breaking diawali dengan upacara adat sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat pemilik hak ulayat. Setelah itu, Bupati Yohanis Manibuy secara simbolis menanam tiang pancang dan menekan tombol sirene sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni Jendry Salakory mengatakan, pembangunan Pelabuhan Babo merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan akses transportasi laut dan pelayanan kepada masyarakat.
"Pembangunan Pelabuhan Babo dan empat jeti ini menjadi langkah penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah," kata Jendry.
Menurutnya, proyek pembangunan Pelabuhan Babo dikerjakan oleh PT Arafah Wiratama KSO sebagai kontraktor pelaksana dan PT Art Kreatif Arsitektur sebagai konsultan perencana. Pembangunan pelabuhan akan berlangsung selama 660 hari kerja, sementara pembangunan masing-masing jeti ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kerja.
Jendry menjelaskan, pembangunan Pelabuhan Babo menggunakan skema multiyears dengan total anggaran sebesar Rp78,7 miliar. Pekerjaan akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pembangunan sisi laut pada 2026 dan pembangunan sisi darat pada 2027.
Sementara itu, pembangunan jeti di empat distrik juga mendapat dukungan anggaran yang cukup besar. Jeti Kamundan dialokasikan anggaran sekitar Rp3,8 miliar, Jeti Arandai Rp1,05 miliar, Jeti Aroba sekitar Rp1,4 miliar, dan Jeti Yakora sebesar Rp1 miliar.
Ia berharap pembangunan infrastruktur transportasi laut tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pembangunan ini. Semoga kehadiran Pelabuhan Babo dan jeti di empat distrik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong percepatan pembangunan daerah," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....