Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Percepat Pembangunan di Papua Barat
- 04 Agt 2026 18:55 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan inovasi melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat, Dr. Lasarus Indow, mewakili Gubernur Papua Barat pada pembukaan Festival Manokwari Menari 2026 di Lapangan Pantai Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia mengapresiasi kerja sama yang dibangun mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada bersama masyarakat di Kampung Abasi, Kampung Bakaro, dan Pulau Mansinam.
Menurutnya, kegiatan pengabdian mahasiswa menjadi bukti bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat. Di sisi lain, mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga melalui interaksi dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Papua Barat.
“Saya juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat seperti yang ditunjukkan oleh tim KKN-PPM UGM ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi program-program pemberdayaan masyarakat lainnya di Papua Barat. Sinergi antara ilmu pengetahuan yang dibawa oleh mahasiswa dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat merupakan kombinasi yang sangat kuat untuk mendorong kemajuan daerah, khususnya di Kampung Abasi, Bakaro, dan Pulau Mansinam,” katanya.
Ia mengatakan keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan dunia pendidikan, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, pola kolaborasi seperti yang terbangun melalui program KKN diharapkan terus diperluas ke berbagai wilayah di Papua Barat.
Menurutnya, kearifan lokal yang dimiliki masyarakat merupakan aset penting yang perlu dipadukan dengan inovasi dan pengetahuan dari kalangan akademisi. Perpaduan keduanya diyakini mampu menghasilkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat tidak berhenti setelah pelaksanaan KKN berakhir. Sebaliknya, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program pembangunan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kemajuan Papua Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....