Penguatan Karakter Anak Dinilai Butuh Kolaborasi Sekolah dan Keluarga

  • 21 Agt 2026 20:43 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pembentukan karakter siswa membutuhkan kerja bersama yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pendidikan karakter dinilai akan sulit mencapai hasil maksimal apabila hanya dibebankan kepada satu lembaga.

Akademisi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua Barat, Yohana Watofa, mengatakan pembinaan karakter harus dilakukan secara konsisten di berbagai lingkungan tempat anak tumbuh dan berinteraksi.

Menurutnya, sekolah memang memiliki peran utama dalam memberikan pendidikan, tetapi pembiasaan yang dilakukan di rumah memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak. Karena itu, komunikasi antara guru, orang tua, komite sekolah dan siswa perlu terus diperkuat.

“Di sekolah, di rumah, di kampus, di semua tempat ini harus menjadi sesuatu yang menjadi tanggung jawab bersama. Supaya karakter bahwa saya anak Indonesia, saya orang Indonesia, saya warga negara Indonesia betul-betul tertanam dalam diri,” ujar Yohana, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia juga mendorong pemerintah menyediakan ruang yang cukup bagi sekolah dan komunitas untuk menyelenggarakan kegiatan yang memperkuat karakter serta nilai budaya. Menurutnya, kegiatan seperti dialog, seni, budaya dan aktivitas sosial dapat menjadi sarana pembelajaran yang lebih konkret bagi anak.

Yohana menilai kegiatan positif bagi siswa juga dapat membantu mengurangi berbagai perilaku negatif di kalangan remaja. Ketika anak memiliki ruang untuk berkarya dan berinteraksi secara sehat, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan membangun pertemanan yang positif.

Ia mengingatkan pembentukan karakter tidak boleh hanya menjadi agenda ketika memperingati hari besar nasional. Nilai moral, kebangsaan dan budaya perlu dimasukkan secara konsisten dalam proses pendidikan dan kehidupan sekolah.

Menurut Yohana, keberhasilan pendidikan seharusnya tidak semata-mata diukur dari nilai akademik. Perkembangan moral, karakter, kemampuan menghargai orang lain dan kepedulian sosial juga perlu menjadi bagian dari keberhasilan pendidikan.

Ia berharap sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam mendampingi generasi muda Papua Barat. Dengan kolaborasi tersebut, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, kuat secara karakter, memahami budayanya dan memiliki rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....