Deteksi Dini Jadi Strategi Utama Pengendalian TBC di Papua Barat
- 24 Jul 2026 08:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Upaya menekan penyebaran tuberkulosis (TBC) di Papua Barat terus diperkuat melalui deteksi dini, pengobatan hingga tuntas, serta pelacakan kontak erat pasien. Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus rantai penularan sekaligus meningkatkan angka kesembuhan penderita. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, pada Jumat, 24 Juli 2026.
Ia mengatakan hingga saat ini Papua Barat belum menerapkan program vaksinasi TBC. Oleh karena itu, penanganan penyakit difokuskan pada penemuan kasus sedini mungkin agar pasien segera mendapatkan pengobatan sesuai standar.
Menurutnya, masyarakat yang mengalami gejala TBC akan menjalani pemeriksaan melalui tes dahak dan pemeriksaan radiologi. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif TBC, pasien akan langsung menjalani terapi menggunakan obat anti tuberkulosis selama enam bulan.
"Vaksin TBC belum. Kita belum pakai vaksin TBC. Yang kita lakukan adalah menemukan pasien yang bergejala dengan pemeriksaan dahak, kemudian radiologi. Setelah ditemukan, pasien diobati dengan paket obat anti-TBC selama enam bulan, kemudian dievaluasi sampai sembuh," jelasnya.
Setelah pasien dinyatakan menjalani pengobatan, Dinas Kesehatan juga melakukan surveilans terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan penderita. Langkah tersebut bertujuan mendeteksi kemungkinan penularan sejak dini sehingga penyebaran penyakit dapat dikendalikan.
Alwan menjelaskan, pelacakan kontak erat menjadi bagian penting dalam strategi eliminasi TBC karena memungkinkan petugas kesehatan menemukan kasus baru yang belum bergejala. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang atau menular kepada lebih banyak orang.
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian TBC sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga selesai. Pasien diimbau tidak menghentikan konsumsi obat sebelum dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan agar tidak menimbulkan resistensi obat maupun penularan lanjutan.
Melalui penguatan deteksi dini, pengobatan yang tuntas, dan pelacakan kontak erat, Dinas Kesehatan Papua Barat berharap angka penularan TBC dapat terus ditekan sehingga kualitas kesehatan masyarakat di daerah semakin meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....