Pokja BERLIAN Jadi Strategi Dinkes Manokwari Tingkatkan Imunisasi Anak

  • 12 Jun 2026 17:15 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak melalui Pertemuan Koordinasi Kelompok Kerja Gerakan Bersatu Lengkapi Imunisasi Anak (Pokja BERLIAN), Rabu, 10 Juni 2026.

Pertemuan tersebut menghadirkan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi profesi, serta berbagai instansi terkait guna mengevaluasi capaian imunisasi dan memperkuat peran masing-masing pihak dalam mendukung program kesehatan anak di Kabupaten Manokwari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, mengatakan Pokja BERLIAN dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Manokwari Nomor 400.7.7/257 Tahun 2025 sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk membantu percepatan imunisasi anak.

Menurutnya, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Peran kader kesehatan, RT, tokoh masyarakat hingga tokoh agama dinilai sangat penting dalam memberikan edukasi dan mengajak orang tua membawa anak ke Posyandu maupun fasilitas kesehatan.

“Kalau hanya mengandalkan tenaga kesehatan tentu sangat terbatas. Karena itu kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk membantu menyampaikan informasi dan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan imunisasi yang tersedia,” katanya.

Marthen menjelaskan capaian imunisasi di Kabupaten Manokwari hingga saat ini masih belum mencapai target nasional sebesar 95 persen. Pada tahun 2025, capaian tertinggi berada pada kisaran 88 persen, sementara sejumlah jenis imunisasi lainnya masih berada di bawah target.

Kondisi tersebut masih berlanjut pada tahun 2026. Hingga Mei, capaian beberapa jenis imunisasi bahkan masih berada di bawah 25 persen. Rendahnya angka tersebut menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada perlindungan kesehatan anak terhadap berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Selain faktor rendahnya partisipasi masyarakat, Dinas Kesehatan juga mengakui adanya tantangan terkait ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat. Namun demikian, berbagai langkah terus dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan daerah lain untuk memastikan pelayanan imunisasi tetap berjalan.

Melalui Pokja BERLIAN, Dinas Kesehatan berharap seluruh unsur yang terlibat dapat lebih aktif melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan, target cakupan imunisasi anak di Kabupaten Manokwari diharapkan dapat tercapai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....