Mahasiswa Diajak Awasi Pengelolaan Dana Otsus Papua

  • 18 Jul 2026 20:54 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID Manokwari - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak mahasiswa di Papua berperan aktif mengawasi pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar berlangsung transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ajakan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Jumat, 17 Juli 2026.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu mengawal kebijakan publik secara kritis dan berbasis data. Menurutnya, pengawasan dari kalangan akademisi sangat penting untuk memastikan Dana Otsus benar-benar digunakan bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Dana Otsus ini telah dikelola Pemerintah Provinsi Papua sejak tahun 2001. KPK mendorong agar pengelolaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, dan terbuka, baik dari sisi penerimaan maupun penggunaannya," kata Setyo.

Ia menegaskan keterbukaan informasi menjadi kunci untuk memperkuat pengawasan publik. Dengan proses anggaran yang transparan, masyarakat, akademisi, dan mahasiswa dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran sehingga potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih, Dr. Ferdinand Risamasu, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara KPK dan perguruan tinggi akan memperkuat budaya antikorupsi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. "Universitas Cenderawasih telah memiliki Pusat Studi Antikorupsi yang akan terus dikembangkan sebagai ruang kajian, pendidikan, dan penguatan budaya integritas," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, KPK berharap semakin banyak generasi muda Papua yang memiliki integritas dan berpartisipasi aktif mengawal pengelolaan Dana Otsus. Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jayapura itu juga diisi dengan dialog interaktif mengenai tantangan pemberantasan korupsi dan pengawasan tata kelola pemerintahan di Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....