Gerakan Literasi Papua Barat Terus Diperkuat meski Hadapi Berbagai Kendala
- 16 Jul 2026 12:00 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Upaya meningkatkan budaya literasi di Papua Barat masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk membaca hingga keterbatasan akses menuju sejumlah perpustakaan di wilayah pedalaman. Kondisi tersebut menjadi perhatian Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI dalam menjalankan program literasi di daerah. Hal ini disampaikan oleh Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas RI Provinsi Papua Barat, Angela Torimtubun, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Ia mengatakan tantangan membangun budaya baca pada dasarnya hampir sama di berbagai daerah. Menurutnya, kebiasaan membaca belum sepenuhnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga membutuhkan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Tantangan terbesar adalah masih minimnya kesadaran masyarakat bahwa membaca itu penting. Orang perlu memahami mengapa harus memiliki kemampuan literasi dan mengapa kebiasaan membaca harus dibangun sejak dini,” ujarnya.
Selain rendahnya minat baca, Relima juga menghadapi tantangan geografis saat menjalankan tugas di lapangan. Banyak perpustakaan dan taman bacaan berada di lokasi yang cukup jauh dengan akses transportasi yang terbatas, sehingga tidak seluruh wilayah dapat dijangkau dalam waktu bersamaan.
Angela menjelaskan, untuk mengatasi kendala tersebut Relima memprioritaskan kegiatan pada lokasi yang lebih mudah diakses terlebih dahulu. Pendekatan bertahap itu dilakukan agar program literasi tetap berjalan sambil memperluas jangkauan ke wilayah lainnya.
Di sisi lain, kegiatan advokasi yang dilakukan Relima juga kerap menghadapi hambatan. Menurut Angela, agenda yang telah direncanakan bersama pemerintah kampung maupun pengelola perpustakaan tidak jarang mengalami penundaan atau pembatalan karena berbagai kendala teknis di lapangan.
Meski demikian, Relima tetap berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat gerakan literasi di Papua Barat. Pendampingan kepada perpustakaan dan kegiatan literasi masyarakat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya membaca secara berkelanjutan.
Angela berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca terus meningkat seiring bertambahnya dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas. Menurutnya, budaya literasi hanya dapat tumbuh apabila seluruh pihak memiliki komitmen bersama untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....